Penyakit Tifus dan Bahayanya

0
115

Penyakit tifus merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh masyarakat Indonesia, namun masih banyak orang yang mengira bahwa penyakit tifus dan tipes adalah penyakit yang sama. Padahal kedua penyakit ini memiliki penyebab yang berbeda, walaupun namanya dan cara penyebutannya hampir mirip.

Tifus merupakan infeksi yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri Rickettsia typi atau R. prowazekii. Bakteri ini dapata dibawa oleh ektoparasi serperti kutu, tungau, dan caplak, kemudian mulai menginfeksi manusia. Ekoparasit ini biasanya dapat ditemukan pada hewan seperti tikus, kucing, serta tupai. Beberapa orang juga dapat membawanya dari pakaian, sprei, kulit, bahkan rambut mereka.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat prevalensi tertinggi untuk antibodi terhadap R. typhi. Prevalensi sebesar 42% ditemukan di antara warga Malang, Jawa Timur. Di Jakarta yang berpenduduk sekitar 12 juta jiwa memiliki prevalensi antibodi R. typhi lebih rendah di antara penduduk perkotaan (6,517%), sedangkan di Jawa bagian Timur dengan jumlah penduduk yang jauh lebih rendah memiliki prevalensi (28–42%).

Jenis Penyakit Tifus

Terdapat beberapa jenis penyakit tifus yang disebabkan oleh bekteri yang berbeda-beda. Diantaranya adalah:

  • Epidemik typus disebabkan oleh bakteria Rickettsia prowazeki. Bakteri ini dapat menular melalui gigtan kutu rambut pada tubuh manusia. Jenis penyakit ini dapat menyebabkan sakit berat, bahkan menyebabkan kematian.
  • Endemic typus atau disebut juga tifus murine, penyebabnya adalah bakteri Rickettsia typhi yang menular melalui kutu loncat pada tikus. Penyakit ini memiliki kemiripan dengan penyakit epidemic typus, tetapi memiliki gejala yang lebih ringan dan jarang menyebalkan jarang menyebabkan kematian.
  • Scrub typhus yang disebabkan oleh  Orientia tsutsugamushi  yang menular melalu gigitan tungau larva yang hidup pada hewan pengerat. Penyakit ini bisanya menyerang manusa dalam tingkat yang ringan sampai berat.
  • Spotted fever atau demam yang disertai dengan bintik-bintik merah pada kulit. Penyakit ini disebarkan oleh gigitan hewan caplak yang terinfeksi bakteri kelompok Rickettsia.

Perbedaan penyakit Tifus dan Penyakit Tipes

Banyak orang yang mengira bahwa penyakit tifus dan penyakit tipes merupakan penyakit yang sama, namun sebernarnya keduanya merupakan penyakit yang berbeda. Memang gejala yang ditimbulkan dari kedua penyakit ini sama, yaitu demam tinggi. Namun, bakteri yang jadi penyebabnya berbeda. Tifus disebabkan oleh bakteri Rickettsia typi atau R. prowazekii, sedangkan tipes disebabkan oleh Salmonelle typhi  

Faktor Risiko Terkena Penyakit Tifus

Penyakit tifus dapat terjadi kepada semua urang tanpa batas uis. Namun, resiko terjangkit penyakit ini akan meningkat apabila:

  • Memiliki sistem imun yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, seseorang yang sedang menjalani pengobatan kemoterapi, bayi serta lansia
  • Mengalami kontak kulit langsung dan lama dengan orang yang terinfeksi. Namun, potensi penularan penyakit ini melalui jabat tangan atau berpelukan yang sebentar termasuk risiko kecil
  • Berbagi barang yang sama, seperti handuk, sprei ataupun pakaian dengan orang yang terinfeksi.
  • Melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi bakteri penyebab tifu atau yang membawa bakteri penyebab tifus.
  • Bepergian ke daerah denmik penyakit tifus.

Gejala Penyakit Tifus

Biasanya gejala penyakit tifus ini akan berkembang 1-2 minggu setelah terinfeksi bakteri dan berkembang dari yang ringan  hingga berat. Gejala tifus yang paling umum diantarnya oleh orang yang terkena tifus adalah:

  • Demam tinggi, biasanya sekitar 40°C
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Diate atau sembelit
  • Batuk kering
  • Nyeri sendi dan otot
  • Sakit punggung
  • Merasa tidak enak badan
  • Ruam dan bintik-bintik berwarna gelap diarea tubuh yang digigit oleh kutu

Apabila anda memiliki gejala seperti yang ada diatas segeralah menghubungi dokter agar mendapatkan perawatan,a taupun apabila anda mengalami kekhawatiran terhadap gejala yang tidak disebutkan diatas jangan ragu untuk mendiskusikannya dokter agar mendapatkan solusi dari penyakit anda. Bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, penyakit tifus ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

  • Hepatits atau peradangan hati
  • Perdarahan di saluran cerna
  • Hipovolemia atau penurunan volume cairan darah.

Mendiagnosis Penyakit Tifus

Gejala tifus terkadang mirip dengan gejala penyakit lainya sehingga membuat penyakit tifus sulit untuk didiagnosis. Namun, dokter biasanya akan melakukan tes darah atau biopsy kulit untuk menentukan jenis bakteri penyebab tifus. Diagnosis juga dapat diketahui dengan melakukan tes darah menggunakan metode serologi yang diambil dua minggu secara terpisah. Tes darah ini berfungsi untuk mendeteksi respon sistem kekebalan tubuh terhadap pasien. Dokter juga dapat mengira seseorang memunculkan gejala yang khas jika dari hasil konsultasi diketahui bahwa pasien baru pulang dari bepergian ke daerah endemic atau berisiko tinggi terdapat penyakit tifus. Apalagi, jika dokter menemukan bekas gigitan dari kutu, tungau, atau caplak pada tubuh pasien.

Konsultasi dengan dokter – ilustrasi

Pengobatan tifus

Penyakit tifus dapat diatasi dengan menggunakan antibiotic. Biasanya dokter sering merespkan obat antibiotic tetracycline seperti doxycycline. Obat antibiotic ini biasanya diberikan sebelum hasil tes darah atau biopsy diketahui. Selain antibiotic, obat tifus laiiinya adalah dengan menjaga makanan yang dikonsumsi, diantaranya:

Makanan yang aman dikonsumsi:

  • Makanan yang dimasakak hingga benar-benar matang
  • Buah  dan sayuran yang dicuci dengan air bersih atau dikupas oleh sendiri
  • Produk susu yang telah dipasteurisasi
  • Makanan yang lunak, lembek, dan berkuah agar mudah untuk dicerna
  • Makanan yang memiliki nutrisi dan gizi tinggi untuk mempercepat proses pemulihan

makanan yang tidak aman dikonsumsi

  • Makanan yang disajikan pada suhu ruangan
  • Makanan dari warung pinggir jalan yang tidak terjamin kebersihannya
  • Telur mentah atau setengah matang
  • Daging atau ikan mentah atau setangah matang
  • Buah dan sayuran yang tidak dicuci atau tidak dikupas
  • Rempah-rempah dari bahan yang segar
  • Sayuran mentah yang tidak di masak (seperti: salad, karedok, lalapan)
  • Produk susu yang tidak dipasteurisasi
  • Daging hewan liar
  • Makanan berlemak tinggi

Minuman yang aman dikonsumsi:

  • Minuman kemasan botol yan disegel
  • Air yang direbus, difilter, atau diolah terlebih dahulu
  • Es yang dibuat didalam botol yang degel
  • Minuman olah raga
  • Kopi atau teh panas
  • Susu yang dipasteurisasi

Minuman yang tidak aman dikonsumsi

  • Air keran atau sumur
  • Es yang dibuat dari air keran atau sumur
  • Air yang dibaut dengan air sumur atau keran
  • Es loli atau popsicle
  • Susu yang tidak dipasteurisasi

Mencegah Penyakit Tifus

Penyakit ini tidak dapat dicegah dengan menggunakan vaksinasi, karena setelah perang dunia kedua berakhir vaksin untuk penyakit ini tidak diproduksi lagi. Meskipun begitu, ada beberapa cara untuk mencegah terjangkit penyakit tifus ini, diantaranya:

  • Pakai obat pembasmi serangga
  • Rajin cuci tangan dengan sabunsebelum dan sesuah melakukan aktivitas
  • Cuci semua pakaian dan sprei tempat tidur
  • Biarkan tungau mati kelaparan dengan membersihkan semua benda yang dapat menjadi tempat makan tungau
  • Hindari kontak dengan penderita
  • Bersihkan seluruh ruangan di rumah
  • Konsultasi ke dokter.

Referensi:

Ilman, Atika Bashirati., dan Hanifa, Rizka. 2020. Tinjauan Atas Murine Typhus. Tinjauan Pustaka. Vol (47) 2: 113-115.

Tinggalkan Komentar di sini