Kenali Penyakit Tipes (Demam Tifoid)

0
139

Demam tifoid yang biasa dikenal sebagai penyakit tipes merupakan penyakit yang bisa menyebar melalui makanan, air, atau ditularkan melalu feses orang yang terinfeksi. Tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri tersebut biasanya berada di dalam air yang terkontaminasi dengan feses atau urrin penderita tipes dan dapat menempel pada makanan atau minuman yang di konsumsi. Infeksi bakteri penyebab penyakit tipes itu dapat menyebar ke seluruh tubuh dan mempengaruhi banyak organ. Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi seeius yang berakibat fatal.

Penyakit tipes sering disalaharitkan sama dengan tifus. Padahal tipes dan tifus itu berbeda. Tifus disebabkan  oleh beberapa jenis bakteri Rickettsia typhi atau R. prowazekil. Penyakit tifus dibawa oleh ekoparasit seperti tungau, kutu atau caplak, hingga kemudian menyerang manusia.

Penyakit tipes atau demam tifoid merupakan penyakit yang umum terjadi di Negara-negara berkembang dan umumnya menjangkit anak-anak. Namun demikian, kondisi ini juga dapat menyerang orang dengan usia berapapun.

Menurut Kementerian Kesehatan dalam Surat keputusannya pada tahun 2006 Tipes (demam tifoid) merupakan penyakit endemic di Indonesia dan salah satu menjadi masalah kesehatan masyarakat. Di Indonesia kejadian penyakit demam tifoid menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun dengan rata-rata 500/100.000 penduduk dengan angka kematian berkisar diantara 0,6-5%

Penyebab Penyakit Tipes

Penyakit tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Biasanya bakteri ini dapat tersebar melalui:

  • Feses dan Urine. Bakteri Salmonella typhi biasanya tersebat melalui makanan atau air minum yang telah terkontaminasi. Tetapi, kadang-kadang bakteri ini juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan penderitanya. Masalah ini masih sering muncul di Negara karena kualitas air minum yang terkontaminasi serta sanitasi yang buruk. Maka dari itu, berhati-hatilah ketika menggunakan toilet umum atau bekas pakai orang, siapa tau orang tersebut terjangkit penyakit ini
  • Orang yang pernah terinfeksi. Pasien yang telah sembuh dari penyakit tipes masih dapat menyimpan bakterti di dalam saluran usus atau kantong empedunya. Bakteri ini bahkan dapat tersimpan hingga bertahun-tahun. Orang dengan kondisi ini disebut sebagai pembawa kronis, hal ini karena dapat menginfeksi orang lain walaupun tidak lagi memiliki gejala tipes.

Selain itu, risiko terjadinya penyakit tipes dapat meningkat apabila:

  • Bekerja ataupun bepergian ke daerah yang sering terjadi penyakit tipes atau demam tifoid ini.
  • Bekerja sebagai ahli mikrobiologi klinis yang bersentuhan langsung dengan bakteri Salmonella typhi.
  • Memiliki kontak dengan orang yang sedang terinfeksi atau yang baru saja terinfeksi tipes
  • Meminum air yang terkontaminasi dengan kotoran yang mengandung bakteri Salmonella typhi.

Gejala penyakit tipes

  • Demam yang meningkat setiap harinya. Suhu tubuh dapat mencapai 10.5°C
  • Sakit kepala
  • Lemah dan lelah
  • Nyeri otot
  • Berkeringat
  • Batuk kering
  • Kehilangan nafsu makan serta menurunkan berat badan
  • Sakit perut
  • Diare atau sembelit
  • Ruam
  • Perut yang membengkak
  • Mengigau
  • Berabaring lemah dengan mata setengah tertutup

Apabila anda mengalami gejala-gejala di atas maka segeralah hubungi dokter. terkadang gejala-gejala selain yang diatas dapat muncul. apabila anda dan keluarga memiliki kekhawatiran kepada satu gejala maka jangan sungkan untuk bertanya kepada dokter. Tipus apabila tidak ditangani dengan tepat maka, suatu saat nanti akan menimbulkan komplikasi.

Komplikasi akibat penyakit tipes basanya hanya terjadi pada orang yang belum mendapatkan antibiotic yang tepat. Tidak hanya itu, komplikasi juga dapat muncul jika anda membiarkam tipes terlalu lama tanpa diobati. Selain itu komplikasi yang mungkin terjadi adalah perdarahan dalam tubuh. Gejala-gejala yang akan muncul jika mengalami kondisi ini adalah:

  • Merasa lelah sepanjang waktu
  • Sesak napas
  • Kulit pucat
  • Detak jangtung tidak teratur
  • Muntah darah
  • Tinja berwarna sangat gelap

Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah perforasi usus. Perforasi usus merupakan kondisi saat usus mengalami kebocoran yang diakibatkan oleh lubang yang terbentuk. Hal ini menyebabkan isi bagian dalamnya tercecer dan masuk ke perut. Selain komplikasi perdarahan di dalam tubuh dan perforasi usus, komplikasi-komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah:

  • Peradangan oto jantung (miokarditis)
  • Peradangan pada selaput jantung dan katup (endocarditis)
  • Pneumonia
  • Peradangan pancreas
  • Infeksi ginjal atau kandung kemih.
  • Infeksi dan perangan pada selaput serta cairan disekitar otak dan sumsum tulang belakang (meningitis)
  • Masalah kejiwaan seperti halusinasi, deilirium, dan psikosis paranoid

Mendiagnosis Tipes

  • Dalam mendiagnosis penyakit tipes, biasanya dokter akan mencarti tahu penyebab nya melalui gejala, riwayat kesehatan, serta perjalanan penderitanya. Hal ini penting dilakukan untuk mendiagnosis penyakit tipes.
  • Tes cairan tubuh. Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya bakteri di dalam tubuh. Caranya adalah dengan melakukan serangkaian tes seperti, tes fese, tes darah, tes urinr, atau tes sumsum tulang. Tes yang paling sensitif untuk Salmonella typhi adalah yang melalui sumsum tulang.

Mengobati Penyakit Tipes

Pengobatan yang paling efektif untuk penyakit tipes adalah dengan memberikan antibiotic. Antibiotic yang biasanya diresepkan oleh dokter adalah:

  • Ciprofloxacin (cipro). Di Amerika, Obat ini biasa digunakan untuk orang dewasa yang sedang tidak hamil. Obat ofloxacin lainnya juga biasanya diresepkan, namun banyak bakteri Salmoneela typhi yang sudah tidak mempan lagi dengan obat ini, terutama dikawasan Asia Tenggara
  • Azithromycin (Zithromax). Digunakan untuk otang yang tidak bisa menggunakan ciprofloxacin. Obat ini digunakan ketika bakteri resisten terhadap ciprofloxacin
  • Ceftriaxone meruapan obat yang disuntikan untuk mengobati penyakit tipes yang lebih serius.

Selain itu, pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup juga dapat dilakukan untuk mengatasi tipes, yaitu diantaranya:

  • Minum banyak air dapatmembantu mencegah dehidrasi yang diakibatkan oleh demam dan diare yang berketerusan. Jika, penderita mengalami dehidrasi yang parah, dokter biasanya akan memberikan cairan melalui infus
  • Bed rest sehingga penyakit tipes segera sembuh. Usahakan tidak melakukan kegiatan berat yang dapat menguras tenaga agar tubuh tetap fit sehingga terhindar dari komplikasi tipes
  • Mengkonsumsi makanan yang mudah dicerna. Saat tipes penderita mengalami gangguan pencernaan, maka dari itu makanlah makanan yang mudah dicerna agar kerja usus menajdi lebih ringan.

Mencegah Penyakit Tipes

  • Menjaga Kebersihan salah satunya adalah dengan mencuci tangan dengan rutin terutama sebelum makan, atau setelah bepergian keluar rumah.
  • Hindari kontak dengan orang yang sakit karena bakteri mudah menyebar dari satu orang ke orang lain.
  • Vaksin tifoid dilakukan untuk membantu mencegah penyakit, terutama bagi seseorang yang rentan atau berisiko tinggi terkena penyakit demam tifoid. Ada dua jenis vaksin untuk tiper yaitu disuntikan dengan dosis tunggal satu minggu sebelum bepergian, dan diberikan dalam bentuk kapsul sebanya empat kapsul.  Satu kapsul wajib diminum setiap ahri
  • Mengkonsumsi makanan dan minuman yang terjamin kebersihannya
  • Bila sakit, sebaiknya jangan menyiapkan makanan untuk orang lain sampai benar-benar sakit agar tidak menularkan bakteri kepada orang lain

Referensi:

Surat Kepetusan Menteri Kesehatan Repblik Indonesia Nomor: 364/MENKES/SKV/2006 Tentang Pedoman Pengendalian Demam Tifoid.

Tinggalkan Komentar di sini