Kenali Penyakit Hipotensi

0
153

Hipotensi atau tekanan darah rendah merupakan kebalikan dari hipertensi yaitu sebuah kondisi ketika tekanan darah yang dihasilkan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh berada di bawah angka normal. Normalnya tekanana darah ukurannya berkisar 120/80 mmHG. Tekanan darah itulah yang dinilai sebagai ukuran aliran darah. jika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dari batas normal, maka ini menandakan bahwa jantung, otak, dan bagian dari tubuh tidak mendapatkan cukup darah.

Hipotensi dapat terjadi setiap kelompok usia, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, terutapa yang sedang sakit. Di amerika serikat, 30% kasus hipotensi ortostatik tejadi pada orang dewasa yang lebih tua hingga 70% dari penghuni pasti jompo. Selain itu,kejadian hipotensi ortostatik terjadi pada 47-58% pasien penyakit Parkinson, 12-32% diantaranya memiliki hipertensi, 16-25% diantaranya diabetes mellitus, dan 24% diantaranya dengan stenosis arteri karotis (keller, 2013)

Penyebab Hipotensi

Beberapa kondisi penyakit dapat menyebabkan hipotensi antara lain,

  • Hipotensi ortostatik. Gejala dari penyakit ini biasanya muncul ketika seseorang berubah posisi secara tiba-tiba. Seseorang dengan hipotensi ortostatik mengalami perubahan tekanan darah sistolik sebanyak 15-30 mmHG ketika berdiri dari posisi duduk atau berbaring
  • Dehidrasi, terjadi diakibatkan oleh tubuh kekurangna cairan dan bisa disebabkan oleh kurang minum, puasa, atau diare
  • Efek samping pengobatan. Ada beberapa obat yang dapat menurunkan tekanan darah, misalnya seperti obat anti-depresan dan obat anti-hipertensi
  • Anemia dapat menyebabkan jumlah sel darah merah berada di bawah normal. Salah saru gejala anemia adalah tekanan darah rendah.
  • Ketidak seimbangan hormone. Penyakit seperti diabetes atau penyakit Addison menyebabkan gangguan produksi hormone. Kondisi ini dapat mempengaruhi keseimbangan akdar air dan mineral dalam tubuh, serta mempengaruhi tekanan darah.
  • Penyakit saraf, misalnya Parkinson. Dapat menyebabkan hipotensi saat menjangkit sistem saraf yang mengontrol tubuh otonom seperti mengendalikan tekanan darah.
  • Syok dan cedera serius. Jika seseorang mengalami cedera yang serius lalu terkena syok, seperti akibat pendarahan yang hebat. Kondisi tersebut mengakibatkan tekanan darah akan turun drastis.
  • Penyakit jantung. Penyakit jantung dapat menyebabkan darah tidak dapat dipompa dengan baik oleh jantung ke seluruh tubuh. Akibatnya, tekanan darah pun menjadi rendah.
  • Tekanan darah wanita yang sedah hamil biasanya akan lebih rendah karena sistem peredaran darah yang mengalir dengan cepat.

Hipotensi sebenarnya dapat terjadi kepada siapapun , namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hipotensi. Faktor risiko tersebut diantaranya adalah faktor usia, pengobatan serta kondisi cuaca. Cuaca udara yang lebih panas dapat menyebabkan terkanan darah menurun. Orang yang sedang rileks atau yang rajin berolah raga juga dapat mempunyai tekanan darah yang rendah. Selain itu, tekanan darah seseorang cenderung menurun setelah makan. Hal ini disebabkan karena banyak darah yang akan mengalir menuju saluran pencernaan  untuk dapat mencerna dan menyerap makanan. Tekanan darah pada siang dan malam hari pun berebeda. Pada siang hari biasanya tekanan darah akan meningkat, sedangkan di malam hari akan menjadi lebih rendah.

Gejala Hipotensi

  • Kepala pusing atau badan terasa ringan
  • Pingsan
  • Penglihatan kabur
  • Detak ajntung lebih cepat dari normalnya dan iramanya tidak teratur
  • Merasa kebingungan
  • Mual atau merasa tidak enak badan
  • Merasa lemah
  • Merasa kedinginan
  • Kulit pucat karena sakit
  • Merasa haus atau dehidrasi (dehidrasi juga dapat menjadi penyebab tekanan darah menurun)
  • Susa focus atau susah berkonsentrasi.

Gejala hipotensi juga dapat berbeda-beda sesuai dengan tipenya. Berikut merupakan tipe-tipe hiptensi dan gejalanya:

Hipotensi darah rendah postural

Tipe ini merupakan yang paling umu terjadi. Hipotensi posturan terjadi disebabkan oleh perubahan posisi secara tiba-tiba dan terburu-buru. Misalnya perubahan posisi duduk dan buru-buru berdiri. Selain itu, dehidrasi, istirahat yang lama, kehamilan, masalah jantung, cuaca yang sangat panas, varises membesar, diabetes, dan kelainan saraf juga dapat menyebabkan hipotensi postural . Ketika kondisi ini terjadi, maka gejala yang akan muncul adalah:

  • Kepala pusing
  • Tubuh terasa ringan seperti melayang
  • Pandangan kabur
  • Parahnya, kondisi ini juga dapat menyebabkan sampai pingsan.

Hipotensi postprandial

Hipotensi postprandial terjadi setelah makan. Hal ini disebabkan karena aliran darah di tubuh akan lebih banyak di aliran ke saluran pencernaan. Hipotensi tipe posprandial ini biasanya terjadi  pada orang dengan tekanan darah tinggi yang sedang dalam pengobatan, atau seseorang dnegan sakit gangguan sistem saraf, seperti penyakit Parkinson. Salah satu cara mengtasinya adalah dengan mengurangi dosis obat, makan dalam porsi kecil dengan sering, serta ngemil makanan rendah karbohidrat.

Hipotensi pada tahap sedang saja sudah dapat menyebabkan seseorang pusing, lemas, pingsan dan beresiko cedera akibat jatuh. Apalagi, jika tekanan darah sangat rendah, maka tubuh si penderitanya dapat kekurangan oksigen untuk menjalan kan fungsi normalnya. Kondisi ini akan mengakibatkan kerusakan pada jantung dan otak si penderitanya,

Mendiagnosis Hipotensi

Diagnosis hipotensi dapat dilakukan dengan pemeriksaan tekanan darah. Tuujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menemukan penyebab yang mendasari terjadinya hipotensi. Selain menanyakan riwayat kesehatan pasien. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan pengukuran tekanan darah, serta:

  • Tes darah yang dapat memberikan informasi keselurhan pasien, mulai dari kadar gula darah, jumlah sel darah merah yang menajdi pengaruh terhadap tekanan darah pasien.
  • Elektrokardiogram (EKG). Tes ini dilakukan untuk mendeteksi struktur jantung yang tidak normal dan irama jantung yang tidak beraturan.
  • Ekokardiogram. Tes ini dilakukan untuk memeriksa fungsi jantung dan mendeteksi adanya masalah pada jantung.

Pengobatan Hipotensi

Pengobatan hipotensi disesuaikan dengan penyebabnya. Tujuan pengobatan adalah untuk meningkatkan tekanan darah, meredakan gejala yang muncul, serta mengobati kondisi yang menyebabkan hipotensi. Obat-obatan yang biasanya di resepkan oleh dokter adalah obat vasopressin, obat catecholamine, serta obat darah rendah lainnya misalnya saja obat fludrokortison. Penanganan hipotensi yang biasanya dilakukan adalah dengan mengubah gaya hidup, seperti:

  • Memperbanyak konsumsi makanan dengan kadar garam tinggi, hal ini dikarenakan garam dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Memperbanyak mengkonsumsi cairan, sebab cairan dapat meningkatkan volume darah dan membantu mencegah dehidrasi
  • Berolah raga secara terarut untuk meningkatkan tekanan darah
  • Menggunakan stoking khusus pada tungkai (stoking  kompresi) bertujuan untuk memperlancar aliran darah.

Mencegah Hipotensi

Ada beberapa cara untuk menghindari terjadinya hipotensi, diantaranya adalah:

  • Menghinadari konsumsi minuman yang mengandung kafein pada malam hari serta memabtasi minuman beralkohol
  • Makan dalam porsi yang kecil namun sering, dan usahakan tidak langsung berdiri setelah makan
  • Memposiskan kepala lebih tinggi ketika tidur, sekitar 15 cm
  • Berdiri secara perlahan dari posisi duduk atau berbaring, dan tidak tiba-tiba merubah posisi
  • Menghindari terlalu lama berdiri atau duduk, hindari pula duduk dengan posisi bersila
  • Tidak membungkuk atau mengubah posisi tibuh secara tiba-tiba
  • Mengindari mengangkat beban yang berat.

Referensi:

Sriminanda, Lyra., dkk. Efektifitas Pemberian Jus Tomat Terhadap Tekanan Darah Rendah Pada Penderita Hipotensi. Universitas Riau.

Tinggalkan Komentar di sini