Waspada Penyakit Stroke yang Mematikan

0
82

Penyakit stroke merupakan sebuah penyakit yang terjadi ketika pasokan darah menuju orak terganggu atau terhenti, akibatnya jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Dalam beberapa menit, sel-sel otak pun mulai mati. Kondisi ini dapat mengancam nyawadan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, stroke sebagai penyakkit kardioserebrovaskular yang di golongkan ke dalam penyakit katastropik dan memiliki dampak yang luas baik secara ekonomi maupun sosial. Strike menjadi penyebab kematian didunia setiap tahunnya. Data menyebutkan bahwa 1 dari 4 orang didunia mengalami stroke.

Kemudian berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdar) 2013 menunjukan bahwa prevalensi nasioanal 12,1 mil, sedangkan pada tahun 2018 prevalensi strike 10,9 per mil. Provinsi yang memiliki prevalensi tertinggi adalah Provinsi Kalimantan timur dengan 14,7 per mil dan terendah adalah Provinsi papua dengan 4,1 per mil.

Jenis Stroke

Stroke Iskemik

Penyakit stroke iskemik merupakan sebuah kondisi yang terjadi ketika pembuluh darahyang menyuplai darah ke area otak terhalang oleh pembekuan darah. Jenis penyakit ini menyumbang 87% dari total kasus stroke. Pembekuan darah ini sering disebabkan aterosklerosis yaitu penumpukan lemak di lapisan dalam pembuluh darah. Bekuan darah ini berasal dari bagian lain di tubuh, biasanya berasal dari jantung dan arteri besar di dada  bagian atas serta leher kemudian berpindah menuju otak. 15% kasus stroke iskemik disebabkan oleh fibrasi atrial.

Stroke Hemoragik

Penyakit stroke hemoragik terjadi ketika pembuh darah di otak mengalami kebocoran atau pecah. 13% kasus stroke merupakan stroke hemoragik. Kebocoran darah ini menyebabkan penumpukan darah yang mendorong jaringan otak di sekitarnya. Jika pendarahan terus berlanjut dapat menyebabkan koma bahkan kematian. Pecahnya pembuluh darah mumnya disebabkan oleh hipertensi, dan aneurisma. Adapun untuk kasus pembuluh darah yang terbentuk secara abnormal jika pecah maka dapat menyebabakan stroke hemoragik.

Stroke Ringan

Stroke ringan merupakan kondisi saat kekurangan darah pada pasien penyakit saraf yang berlangsung singkat, biasanya kurang dari 24 jam bahkan hanya beberapa menit.

Penyebab Stroke

Penyebab Stroke Iskemik

Berdasarkan penyebabnya stroke iskemik terbagi ke dalam 2 jeni yaitu:

  • Stroke trombotik terjadi ketika terdapat penymbatan aliran darah akibat adanya pembekuan di salah saru pembuluh darah arti yang memasok darah ke otak. Pembekuan darah ini disebabkan oleh penumpukan lemak atau plak yang megendap di arteri (thrombus)
  • Stroke embolik terjadi ketika terdapat gumpalan darah yang terbentuk di bagian tubuh yang lan, terutama di bagian jantung, terbawa melalui aliran darah dan kemudian terperangkap di pembuluh darah otak (embolus) yang menyebabkan arteri otak menyempit. Penyebab salah satunya adalah gangguan irama jantung arau fibrasi atrium
  • Penyebab Stroke Hemoragik

Berikut ini merupakan beberapa penyebab stroke hemoragik:

  • Hipertensi
  • Aneurisma, yaitu adanya peradangan atau pembengkakan dinding arteri yang terletak di otak
  • Malformasi arteri (AVM), yaitu kondisi ketika terjadinya kelainan ada pembuluh darah di bagian tubuh manapun, termasuk otak.
  • Pengobatan antikoagulan (pengencer darah) yang justru berpotensi mengalamai pendarahan pada otaknya
  • Penyebab stroke ringan

Stroke ringan disebabkan ketika plak atau darah beku pada pembuluh arteri yang terletak pada sistem pusat saraf menghambat pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Kondisi tersebut menyebabkan aliran darah ke otak menjadi tersumbat kemudian menimbulkan serangan stroke yang singkat.

Selain itu, seseorang dapat memiliki risiko tinggi terkena stroke apabila:

  • Berat badan yang berlebih (obesitas)
  • Tubuh yang tidak aktif bergerak
  • Sering dan banyak meminum alcohol
  • Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan metamfetamin
  • Memiliki tekanan darah yang tinggi
  • Perokok aktif
  • Diabetes
  • Sleep apnea, yaitu gangguan tidur ketika tingkat oksigen secara perlahan berkurang jumlahnaya
  • Penyakit jantung
  • Penggunaan obat antikoagulan (pengencer darah) yang berlebihan atau diluar aturan yang dianjurkan dokter

Faktor lain yang memiliki risiko tinggi terkena stroke adalah:

  • Memiliki sejarah pribadi yang mengalami strok, serangan jantung, atau stroke ringan
  • Berumur iatas 55 tahun
  • Jenis kelamin. Laki-laki memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan

Gejala Penyakit Stroke

Gejala stroke terjadi secara tiba-tiba dan menyerang hanya pada satu sisi tubuh. Hal ini akan semakin memburuk dalam jangka waktu 24 sampai 72 jam. Gejala yang biasa terjadi adalah:

  • Sakit kepala tiba-tiba
  • Kehilangan keseimbangan dan bermasalah saat berjalan
  • Kelelahan
  • Kehilangan kesadaran atau koma
  • Vertigo dan pusing
  • Pengluhatan yang buram dan menghitam
  • Kelemahan atau mati rasa pada salah saru sisi bagian tubuh di wajah, tangan, kaki
  • Adanya masalah berbicara dan pendengaran.

Kemungkinan ada gejala lain yang tidak disebutkan diatas, apabila anda memiliki kekhawatiran terhadap suatu gejala, segerah menghubungi dokter terlebih lagi bila mengalami gejala seperti:

  • Mati rasa, tidak berdaya, atau marasa seperti kesemutan yang muncul tiba-tiba, kehilangan kemampuan untuk menggerakan wajah, lengan, atau kaki terutama jika terjadi pada salah saru sisi tubuh.
  • Perubahan pengluahtan secara tiba-tiba
  • Susah bahkan tidak dapat berbicara
  • Pusing secara tiba-tiba kemudian mengalami kesulitan dalam memahami kalimat sederhana
  • Bermasalah dengan berjalan dan menyeimbangkan badan
  • Rasa sakit kepala yang parah yang tidak pernah dirasakan sebelumnya
  • Meminum aspirin atau obat-obatan penghambat pembekuan darah, namun anda melihat adanya tanda-tanda pendarahan
  • Tersedak karena makanan yang jatuh ke dalam tenggorokan
  • Memiliki tanda-tanda pembekuan darah di pembuluh dalam seperti, panas,  merah, sakit pada daerah tertentu dilengan atau kaki.
  • Lengan dan kaki menjadi kaku dan tidak bisa di gerakan (spastisitas)

Jika anda memiliki gejala-gejala diatas segeralah menghubungi dokter untuk mendapaatkan perawatan, karena penyakit stroke dapat menyebabkan komplikasi diantaranya:

  • Deep vein thrombosis, yaitu terjadinya penggumpalan darah dibagian kaki sehingga dapat menyebabkan kelumpuha. Kondisi ini terjadi akibat terhentinya otot tungkai, dan dapat terjadi padi sebagian penderita stroke.
  • Hidrosefalusterjadi pada sebagian penderita stoke hemoragik disebabkan karena terjadinya penumpukan cairan otak di dalam rongga otak.
  • Terganggunya reflex menelan sehingga makanan dan minuman berisiko masuk kedalam saluran pernapan.
Ilustarsi pasien stroke

Pengobatan Stroke

Pengobatan yang diberikan kepada penderita stroke, itu tergantung pada jenis stroke yang dialaminya: yaitu diantaranya:

  • Pengobatan stroke iskemik: pengobatan awalnya menjaga jalan napas, mengontrol tekanan darah, dan mengembalikan aliran darah
  • Pengobatan stroke hemoragik: pengobatan bertujuan untuk mengurangi tekanan apda otak dan mengontrol pendarahan. Pengobatan yang dilakukan adalah dengan mengkonsumsi obat-obatan serta operasi
  • Pengobatan TIA (transient Ischemic Attack): bertujuan untuk menurunkan faktor risiko stroke, dengan memberikan obat-obatan serta operasi

Mencegah Penyakit Stroke

  • Menjaga pola makan. Kurangi makanan yang banyak mengandung garam dan berlemak. Garam yang idel dikonsumsi adalah 6 gram atau satu sendok terh perhari.
  • Olah raga secara teratur
  • Berhenti merokok
  • Hindari mengkonsumsi minuman beralkohol
  • Hindari penggunaan NAPZA
  • Kendalikan tekanan darah, diabetes dan tingkat kolestrol.

Referensi:

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Hari Stroke Sedunia 2019: Otak Sehat, SDM Unggul. (www.p2ptm.kemenkes.go.id)

Tinggalkan Komentar di sini