Pemyakit Asma Mengancam Pekerja
Penyakit asma merupakan penyakit kronis disebabkan oleh terjadinya peradangan pada saluran pernapasan, sehingga saluran pernapasan mengalami bengkak dan sangat sensitif. Kondisi ini mengakibatkan saluran pernapasan menyempit, sehingga udara yang masuk ke parau-paru menjadi terbatas. Peradangan ini juga mengakibatkan sel disaluran pernapasan membuat lebih banyak lendir. Sehingga, saluran pernapasan semakin sempit dan penderitanya akan semakin kesulitan bernapas.
Asma merupakan penyakit yang paling umum di seluruh dunia dengan tingkat kematian yang relative rendah. Penyakit ini juga mengancam para pekerja, karena lingkungan kerja dapat memicu terjadinya asma. World Health Organization (WHO) mencatat pada tahun 2010 pada tahun 2.34 juta orang meninggal setiap tahun akibat asma, dan sebagain besarnya (2,02 juta) karena penyakit yang berehubungan dengan pekerjaan. Negara tiongkok juga mencatat pada tahun 2919 terjadi 27.240 kasus penyakit asma di tempat kerja dan sekita 23.812 (87,4%) diantaran di sebabkan oleh pajanan debu di tempat kerja. Lebih dari 400 agen di lingkungan kerja telah dilaporkan sebagai penyebab kekambuhan asma.
Penyebab Penyakit Asma
Sebenarnya, penyebab asma belum diketahui secara pasti. Namun, saluran pernapasan dapat meradang dan menyempit apabila terpapar oleh faktor lainnya. Maksudnya, ketika saluran udara bersentuhan dengan faktor pemicu, maka saluran tersebut akan meradang, menyempit, dan dipenuhi oleh lender, sehingga seseorang kesulitan bernapas. Berikut ini merupakan pemicu terjadinya asma yang paling umum:
Alergi
Sekitar 80% orang yang menderita asma mengalami alergi debu, serbuk sari, kecoa, dan bulu binatang. Dalam kasus khusus, alergi makanan juga dapr menyebabkan seseorang mengalami gejala asma.
Batuk
Batuk yang terus menerus akibat flu, sinusitis, rhistis kronik ataupun karena bronchitis sering kali mengakibatkan serangan asma. Oleh sebab out, apabila anda mengalami batuk yang berkepanjangan, alangkah lebih baiknya jika segera memeriksakan ke dokter spesialis paru-paru.
Olah raga terlalu berat.
Aktivitas yang berat, salah satunya adalah berolah raga dapat memicu serangan asmi bagi seseorang. Kondisi ini akan lebih mudah menyerang seseorang yang memang memiliki riwayat asma. Namun, tidak menutup kemungkinan jika seseorang yang tidak memiliki riwayat penyakit asma (termasuk atlet) justru mengalaminya hanya ketika berolah raga saja.
Paparan iritan
Paparan iritan seperti, polusi udara, bahan kimia, debu di tempat kerja, atau asap rokok dapat mengakibatkan saluran pernapasan lebih reaktif terhadap zat yanga ada di udara. Hal ini mengakibatkan seseorang lebih mudah mengalami penyakit peradangan pernapasan.
Obat-obatan tertentu
Beberapa obat-obatan seperti NSAID hingga obat penyakit jantung beta blocker dapat memicu searangan asma. Bahkan, tidak jarang efek samping penggunaan obat-obatan tersebut dapat berakibat fatal bagi orang yang menderita penyakit asma.
GERD (gastroesophageal reflux disease)
Data menyebutkan bahwa orang yang memiliki penyakit Asama dua kali lebih rentan terkena penyakit GERD dibandingkan dengan mereka yang sehat. GERD dapat membuat gejala asma semakin buruk, dan asma dapat memperburuk gejela GERD.
Malam hari
Meningkatnya suhu udara, positi tidur berbaring, paparan allergen, hingga produksi hormone tertentu pada malam hari dapat memicu asma. Bahkan, penelitian menunjukan bahwa kasus kematian akibat penyakit asma paling banyak terjadi di malam hari.
Penyebab lainnya.
Udara dingin, bau-bauan yang kuat, dan stress psikologis juga dapat memicu terjadinya serangan asma. Bahkan, berteriak dan tertawa terlalu keraspun dapan memicu terjadinya asma.
Penyakit asma ini dapat mempengaruhi semua urang, tidak terbatas usia. Namun, WHO menyatakan bahwa asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang paling umum menyerang anak-anak, hal ini karena:
- Anak lahir premature
- Anak lahir dengan berat badan rendah
- Mengalami alergi tertentu, misalnya alergi makanan atau eksim
- Mengalami infeksi pernapasan, seperti bronchitis, pneumonia, dan lain lain.
- Faktor genetik. Anak akan memiliki risiko lebih tinggi terkena asma jika orang tuanya memiliki riwayat penyakit asma.
Selain itu, anak laki-laki dan wanita dewasa merupakan dua kelompok usia yang paling berisiko terkena asma. Namun, sampai sekarang tidak dapat diketahui dengan pasti bagaimana jenis kelamin dan hormone seks memainkan peran sebagai faktro risiko penyakit asma.
Gejala Asma
Setiap penderita asma, mungkin memiliki gejala yang berbeda dengan intensitas nyeri yang berbeda pula. Bahkan, pemicu dan waktu kambuh gejalanya pun dapat berbeda-beda. Secara umum, berikut merupakan gejala-gejala asma yang paling khas yang perlu diketahui dan diwaspadai:
- Batuk kering maupun batuk berdahak (berlendir). Pada umumnya, batuk cenderung semakin parah pada malam hari dan akan menyebabkan kesulitan tidur.
- Mengi. Mengi merupakan suara yang berbunyi seperti “ngik-ngik” yang terdengar ketika bernapas. Bunyi ini terjadi akibat udara yang dipaksa keluar melalui saluran pernapasan yang tersumbat.
- Dada sesak. Saluran dada yang sedang meradang dan tersumbat akan menyebabkan dada terasa sesak dan sakit.
- Sesak napas. Hal ini diakibatkan oleh tersumbatnya saluran napas.
- Gejala lain seperti badan lemas, lesu, suara sengau, tidak bertenaga, menghela napas terus-terusan, dan rasa gelish yang tidak biasa.
Pengobatan Asma
Asma merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Namun meskipun demikian, penyakit asma ini dapat di kontrol dengan memberikan pengobatan untuk meringankan gejala dan mencegah kekambuhan serangan asma di kemudian hari.
Dalam pengobatan asma, harus dilakukan dua hal yaitu, meredakan gejala dan mencegah gejala. Oleh sebab itu, sangat penting bagi penderita untuk terus menjalani pengobatan dengan dokter, sehingga dapat diberikan obat untuk mengatasi asma.
Pengidap asma juga harus menghindari pemicu terjadinya kekambuhan asma. Dokter akan merekomendasikan inhaler sebagai pengobatan saat gejala asma muncul. Apabila gejala asma semakin parah, maka segera bawa ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan medis.
Mencegah Penyakit Asma
Walaupun penyakit asma tidak dapat disembuhkan, serangan penyakit asma dapat diceguh agar tidak kambuh. Berikut merupakan hal-hal yang dapat mencegah kambuhnya gejala asma, diantaranya:
- Buat rencana aksi asma, yaitu dengan membuat jadwal perawatan penyakit asma bersama dokter. Pastikan anda mengikuti rancangan perawatan tersebut sehingga dapat mencegah kambuhnya gejala asma
- Menghindari berbagai faktor pemicunya. Ketahuilah pemicu kambuh nya gejala Asma, dan hindarilah.
- Rutin melakukan pengecekan fungsi paru-paru dengan menggunakan peak flow meter yang daoat membantu mengukur jumlah aliran udara dalam napas penderita, sehingga akan memudahkan penanganan sebelum gejala asma memburuk.
- Meminum obat sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter. Ketika gejela asma muncul, maka segeralah meminum obat yang telah dianjurkan oleh dokter. Hentikan pula aktivitas yang memicu kekambuhan gejala. Jika gejala tidak kunjung membaik, maka segera periksa ke dokter
- Vaksin flu. Flu juga dapat memicu kambuhnya gejala asma. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk melakukan vaksin flu yang telah dikonsultasikan dengan dokter.
Referensi
International Labor Organization. 2013. The Pereventation Of Occuptional Diseases. World day For Safery and Health at Work. Geneva: WHO.
National Institute Of occupational Health and Poison Control Of China. County Report on Occupational Diseases 2010. 2011.
Tana, Lusianawaty. 2013. Determinan Penyakit Asma Pada Pekerja Usia Produktif di Indonesia. Riset Kesehatan Dasar. Buletin Penelitian Kesehatan. Vol (46) 1: 11-12