Kenali Penyakit Sinusitis

0
109

Sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada dinding sinus. Sinus itu sendiri merupakan rongga kecilyang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak. Letak sinus berada di bagian tulang dahi, bagian dalam struktur tilang pipi, kedua sisi batang hidung, dan belakang mata. Gejala sinusitis dapat terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu yang singkat, biasaya dalam 4 minggu, hal tersebut da[at disebut sebagai sinusitis akut.

Untuk kasus yang lebih parah lagi, sinusitis dapat terjadi dalam waktu yang  yang lebih lama sekitar 3 bulan dan sering kambuh, ini diesebut sinus kronis. Sinusitis dapat terjadi pada semua orang dan dapat dicegah dengan mengurangi faktor resiko.

Kejadian kasus sinusitis di Amerika Serikat menunjukan 1 dari 7 orang dewasa terkena sinusitis dengan lebih dari 30 juta penderita didiagnosa setiap tahunnya. Menurut Global Research In Allergy(2009)  menyebutkan 31 juta kasus pertahun atau sekitar 14,7%.   Sedangkan di Indonesia,  Departemen Kesehatan (2003)  RI, penyakit sinusitis berada di peringkat ke-25 dari 50 pola penyakit peringkat utama atau sekitar 102.817 penderita rawat jalan di rumah sakit.

Tipe-Tipe Sinusistis

Terdapat beberapa sinusitis berdasarkan lamanya perjalanan penyakit, yaitu diantaranya:

  • Sinusitis akut. Yaitu jenis sinusitis yang paling umum terjadi serta berlangsung selama 2 hingga 4 minggu
  • Sinusitis subakut. Jenis sinusitis ini dapat berlangsung selama 4 minggu hingga 12 minggu
  • Sinusitis kronis. Sinusitis kronis dapat berlangsung selama lebih dari 12 mingggu serta dapat berlanjut hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun
  • Sinusitis kambuhan. Ini merupakan  jenis sinusitis akut yang terjadi hingga 3 kali atau bahkan lebih dalam setahun.

Penyebab Penyakit Sinusitis.

Sinusitis dapat disebabkan oleh bakteri, alergi, polusi, atau polip hidung. Polip hidung adalah pertumbuhan daging jinak di hidung yang dapat membuat hidung tersumbat sehingga kesulitan bernapas. Sinusitis juga sering terjadi setelah penderitanya mengalami flu atau setelah setelah mengalami kontak dengan allergen (seperti makan, minum, menghirup atau menyentuh). Sedangkan sinusitis kronis dapat disebabkan oleh sinusitis yang sempit karena faktor bawaan atau sinus yang selalu kering.

Selain itu sinus juga disebabkan oeleh pembengkakan dinding dalam hidung akibat virus atau rekasi alergi yang masuk melalui saluran pernapasan atas. Virus tersebut dapat memicu untuk mengeluarkan lendir lebih banyak dan terjadi penumpukan dan penyumbatan pada saluran hidung.

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit sinusitis pada orang dewasa yaitu:

  • Infeksi jamur
  • Melakukan kontak langsung dengan allergen atau pencemaran lingkungan
  • Mengalami gangguan kekebalan tubuh seperti HIV/AIDS, fibrosis kistik
  • Penderita Asma
  • Merokok.
  • Infeksi gigi
  • Cedera hidung
  • Pembesaran kelenjar adenoid
  • Kebiasaan merokok (perokok aktif) atau terlalu banyak menghirup asa rokok (perokok pasif)
  • Aktivitis menyelam dan berenang
  • Adanya benda asing yang terjebak di dalam hidung

Kemudian, ada beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya sinusitis, antara lain:

  • Polip hidung. Polip hidung adalah jaringan yang tumbuh dan membentuk masaa di dalam hidung
  • Alergi, misalnya asma atau rhinitis alergi. Kondisi ini dapat menyebabkan terhambatnya saluran sinus
  • Cystic fibrosis, yaitu kelain genetic yang dapat menyebabkan lendir mengental, kemdian dapat menumpuk dan menymbat berbagai saluran dalam tubuh, terlebih lagi pernapasan dan pencernaan.
  • Kondisi lain, misalnya sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Pada anak-anak biasanya disebabkan oleh alergi, tertular dari teman-temannya, kebiasaan dot atau minum dari botol dengan posisi berbaring, serta tinggal dilingkunagn yang penuh asap.

Gejala Sinusitis

Gejala Sinusitis akut meliputi:

  • Nyeri wajah yang memburuk ketika menduduk
  • Cairan kental kunin gke hijau-hijauan dari hidung atau belakang tenggorokan
  • Hidung tersumbat menyebabkan kesulitan bernapas
  • Tekanan pada telingan
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Bau napas tidak sedap
  • Kelelahan
  • Sedap

Sementara itu gejala sinusitis kronis adalah:

  • Cairan kental kuning kehijauan dari hidunh dan belakang tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Nyeri wajah
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri telinga
  • Nyeri pada rahang atas dan gigi
  • Batuk
  • Nyeri tenggorokan
  • Napas tak sedap
  • Kelelahan
  • Mual

Mendiagnosis Sinusitis

Untuk mendiagnosis seseorang apakah terkena penyakit sinusitis, maka dokter akan memeriksa nyeri pada hidung dan wajah serta memeriksa ke dalam hidung. Selain itu, metode lain yang biasanya dilakukan untuk diagnosis terhadap sinusitis adalah:

  • Endoskopi Hidung. Langkah ini dilakukan dengan memasukan tabung tipis dan fleksibel (endoskopi) dengan cahaya serat optic ke dalam hidung untuk melihat struktur dan kondisis dalam hidung.
  • Studi pencitraan. Dal hal ini dilakukan dengan melihat MRI atau CT Scan. MRI dan CT Scan dapat menunjukan struktur sinus dan area hidung secara detail. Meskipun tidak direkomendasikan untuk sinusitis akut tanpa komplikasi, namun studi pencitraan membantu mengidentifikasi kelainan atau komplikasi yang dicurigai.
  • Kultur hidung dan sinus. Tes laboratorium umumnnya tidak diperlakukan untuk mendiagnosis sinusitis akut. Tetapi, ketika kondisi tidak merespons terhadap pengobatan atau malah memburuk, kultur jaringan membantu menentukan penyebabnya seperti infeksi bakteri.
  • Tes Alergi. Jika pemicu sinusitis diperkirakan adalah alergi, maka dokter akan merekomendasikan ters kulit alergi. Tes kulit aman dan cepat serta membantu menentukan penyebat alergi yang mengakibatkan flare-up hidung.

Pengobatan Sinusitis

Untuk mengurangi gejala sinusitis yang tidak nyaman, biasanya adigunakan obat sinusitis semprot atau obat sinusitis tetes dekongestan. Untuk efek-efek sakit kepala yang ringan, dapat mnggunakan obat yang mengandung paracetamol.

Sinusitis yang belum mencapai tahap kronis mungkin dapat diobati sendiri di rumah dengan berbagai cara, diantaranya:

  • Menghirup uap. Siapkan air panas di mangkuk yang besar, kemudian hiruplah uap yang berasal dari air panas tersebut. Hal ini akan membuat jalan  napas sedikit terasa lega. Cara ini memang belum terbukti secara ilmiah, namun mungkin dapat sedikit membantu bernapas dengan lega.
  • Membersihkan saluran hidung
  • Kompres dengan air hangat di bagian hidunh dan sekitar hidung dengan air hangat.
  • Tidur dengan posisi kepala diangkat dengan menggunakan bantal untuk menopang kepala agar lebih tinggi.
  • Meminum obat sinusitis atau dekongestas tablet. Obat ini akan mengurangi pembengkakan dan membantu mengurangi penyumbatan sinus
  • Memakai obat sinusitis semprot (dekongestan). Penggunaan obat  ini sama seperti tablet dekongestan, namun apabila di gunakan dalam lebih dari satu minggu, maka penyumbatan pada sinus justru akan semakin memburuk.
  • Segera pergi ke dokter apabila setelah melakukan cara-cara diatas namun tidak membaik justru semakin memburuk.

Mencegah Penyakit Sinusitis

  • Rajin mencuci tangan untuk mencegah masuknya kuman kedalam tubuh melalui mulut, hidung, dan mata.
  • Perbanyak minum air putih agar mencegah saluran hidung kering
  • Dapatkan vaksin flu tahunan. Vaksin flu direkomendasikan bagi anak-anak usia 6-18 tahun, orang dewasa > 65 tahun, orang dewasa yang mengalami komplikasi influenza, serta petugas kesehatan.
  • Hindari stress
  • Konsumsi makanan bergizi
  • Hindari penyebab alergi
  • Menjaga kesehatan mulut, karena sinusitis juga dapat muncul akibat gigi berlubang atau trauma di ruang sinus.

Referensi

Desrosiers,M., at.al., 2011. Canadian Clinical giidelines for Acute and Chronic rhinosinusitis. In: Allergy, Asthma & Clinical Immunology. Vol(7) Number2: 1-38.

Sutanegara, Sari W.D. 2014. Gambaran Kualitas Hidup Penderita Sinusitis Di Poliklinik Telinga Hidung dan Tenggprpkan RSUP Sanglah Periode Januari-Desember 2014.

Tinggalkan Komentar di sini