Gejala dan Pencegahan ISPA

0
54

Infeksi Saluran Pernapan Atas (ISPA) adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi pada saluran pernapasan bagian atas secara akut. Saluran pernapasan bagian atas yang dapat terinfeksi tersebut adalah hidung, faring, sinus dan laring. Bagian sistem pernapasan tersebut akan mengarahkan udara yang di hirup dari luat menuju trakea dan pada akhirnya akan menuju paru-paru, tempat berlangsungnya respirasi.

Wordl Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa penyakit ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menur di dunia. Hampir empat juta orang meninggal akibat Infeksi Saluran Pernapasan setia tahunnya. Di Indonesia sendiri penyakit ini menduduki peringkat pertama dengan jumlah 15,7%  kasus kematian, peringkat dua diduki oleh TBC dengan jumlah 9.6% kasus kematian.

DI Jakarta, penderita ISPA terus mengalami peningkatan dari tahun 2016 sampai 2018. Yaitu, pada tahun 2016 1.801.968 kasus, kemudian meningkat pada tahun 2018 menjadi 1.817.579. Kemudian, hingga Mei 2019 Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat terdapat 905.270 kasus ISPA.

ISPA juga dapat mengancam para pekerja. Lingkungan tempat pekerja bekerja dapat mempengaruhi dan meningkatkan risiko terjangkitnya penyakit ISPA ini. International Labour Organization (ILO) menyebutkan bahwa penyakit saluran pernapasan menempati posisi ke 3 dengan presentase 21 % dari keseluruhan penyakit penyebab kematian akibat pekerjaan, di bawah penyakit kanker (34%) dan kecelakaan (25%).

Penyebab Penyakit ISPA

Penyakit ISPA adalah  kondisi yang diakibatkan oleh serangan langsung ke saluram pernapasan bagian atas melalui hidung, mulut, dan mata. Penyebab penyakit ISPA ialah virus dan bakteri. Virus utama yang menyebabkan terjadinya Infeksi Pernapasan Atas adalah rhinovirus dan coronavirus. Selain itu, virus lain yang dapat menyebabkan ISPA adalah virus parainfluenza, respiratory syncytial virus, serta adenovirus. Jika seseorang terkena virus tersebut, maka penderitanya akan berisiko terkena pilek serta pneumonia.

Virus penyebab pneumonia dapaat bertahan berjam-jam pada permukaan benda, Risiko pneumonia akan lebih tinggi terjadi pada anak-anak. Penularan virus ini dapat terjadi ketika berinteraksi dengan penderita ISPA melalui bersin atau batuk penderitanya. Selain itu, ISPA juga dapat menular melalui benda-benda yang digunakan oleh penderita dan terkontaminasi oleh virus.

Beberapa orang dapat memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit ISPA, yaitu:

  • Bayi yang berusia 6 bulan atau anak dibawah 1 tahun
  • Anak-anak yang lahir premature atau anak-anak yang memiliki riwayat penyakit jantung bawaan atau penyakit paru-parau
  • Anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Bayi yang berada di tempat ramai
  • Seseorang yang berusia pertengahan
  • Orang dewasa yang memiliki penyakit asma. Gagal jantung kongestif, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Orang yang dengan sistem kekebalan tubuh lemah,
  • Seseorang yang dikelilingi oleh orang yang bersin atau batuk tanpa menutup hidung dan mulutnya.

Gejala Penyakit ISPA

Gejala ISPA ini muncul sebagai respon terhadap racun yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang menginfeksi saluran pernapasan. Gejala yang paling umum terjadi pada pasien ISPA adalah:

  • Hidung yang tersumbat disertai pilek
  • Batuk kering tanpa dahak berasal dari paru-paru
  • Demam ringang sebagai tanda tubuh yang sedang melawan virus dan bakteri
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepada ringan
  • Bernapas dengan cepat serta kesulitan bernapas
  • Kulit berwarna kebiruan karena kurang oksigen
  • Gejala sinusitis, seperti hidung beringus wajah terasa nyeri, kadang-kadang tersasa sakit dan demam.

Selain gejala diatas, kemungkinan akan timbul gejala-gejala yang lain yang bisa lebih parah. Konsultasikanlah kedokter apabila anda mengalami gejala-gejala seperti:

  • Menggigil, sesak napas yang tidak biasa, demam, dapat menjadi tanda bahwa terjadi infeksi di saluran pernapasan. Hal ini mungkin terdapat adanya infeksi yang lebih serius seperti pneumonia, bronchitis atus, atau influenza.
  • Seseorang yang berusia di bawah 2 tahun, wanita hami, atau penderita asma hasrus segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami sesak nafas.
  • Ketika ual, muntah, dan diare terjadi pada waktu bersamaan.
  • Pasien yang memiliki kekebalan tubuhnya berkurang karena oba atau penyakit harus segera menghubingi dokter apabila terjadi demam.
  • Apabila pilek tidak sembuh dalam jangka waktu seminggu.

Pengobatan pada penderita ISPA

Dalam mendiagnosis penyakit ISPA dokter akan  memeriksa suara abnormal (mengi) dnegan menggunakan stetoskop. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan dengan melakukan langkah:

  • Memonitoring kulit tanpa rasa sakit (pulse oximetry) untuk memeriksa apalakh tingkat oksigen tersedia dalam aliran darah lebih rendah dari biasanya atau tidak.
  • Tes darah untuk memeriksa jumlah sel putih untuk mencari keberadaan bakteri, virus atau organisme yang lain.
  • Sinar-X pada dada untuk memeriksa apakah terjadi pneumonia
  • Tes laboratorium sekresi pernapasan dari hidung untuk memeriksa virus

Setelah dokter mendiagnosis terjadinya penyakit ISPA maka pengobatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Pada kasus ISPA ringan dapat meminum obat seperti obat acetaminophen untukk mengurangi demam. Dokter juga akan meresepkan antibiotic jika ada komplikasi bakteri seperti pneumonia bakteri. Vitamin C juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Pada kasus berat pasien akan diberikan cairan intravena dan oksigen. Dokter juga akan memberikan inhalasi uap dan berkumur dengan air garam untuk meringankan gejala ISPA. Dokter juga akan memberikan Obat ISPA analgesik seperti acetaminophen dan NSAID untuk mengurangi demam, sakit dan nyeri.

Pencegahan Penyakit ISPA

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari penularan Infeksi Saluran Pernapasan Atas, diantaranya adalah:

  • Tetap berada di rumah apabila merasa tidak sehat. Apabila anda terkena flu (influenza) atau terkena infeksi saluran pernapasan lainnya, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Jika perlu, tetaplah berada di rumah hingga kondisi tersebut hilang dan sembuh. Hanya dengan beristirahat di rumah dapat mengatasi infeksi saluran pernapasan lebih cepat, hal ini juga dapat mengurangi penularan penyakit ISPA.
  • Vaksin Flu. Bagi orang yang mudah terkena flu atau memiliki sitem imun yang lemah, maka vaksin flu terbilang penting untuk dilakukan. Dengan melakukan vaksin flu tiap beberapa tahun sekali dapat mencegah seseorang terkena flu. Melakukan vaksinasi akan membaut anda terlindungi dari infeksi, selain itu juga dapat mengurangi jumlah orang yang dapat menangkap infeksi dan menularkannya kepda orang lain. Hal tersebut dapat di sebut sebagai “imunitas kelompok”
  • Menjaga Kebersihan untuk mencegah tertular virus yang menyebabkan ISPA. Diantaranya dengan sering mencuci tangan terutama saat berada di tempat umum, gunakan lengan dalam atau tisu saat bersin atau batuk, meskipun hal tersebut tidak akan meringankan gejala, namun dapat mencegah menularkan infeksi kepada orang lain. selain itu hindari menyentuh wajah, terlebih lagi mata dan mulut. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya kuman kedalam sistem tubuh.
  • Memulai pola hidup sehat dengan tidak merokok, mengkonsumsi makanan yang kaya serat, serta rutin berolah raga.

Referensi:

Hafsari, Duta. Dkk. 2016. Debu Batu Bara dan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Pekerja Pertambangan Batu Bara. Majority. Vol (4) 9: 35-41.

International Labour Organization. 2008. Mengelola Risiko di Lingkungan Pekerjaan.

Tinggalkan Komentar di sini