Hati-hati TBC Penyakit Menular Mematikan

0
75

Tuberkulosis atau yang biasa dikenal sebagai TBC adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru, namun juga tidak jarang mempengaruhi bagian tubuhnya. TBC merupakan penyakit yang umum dan sampai saat ini masih menjadi masalah di Indonesia.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa, jumlah estimasi kasus TBC di Indonesia sebanyak 845 ribu orang. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya sebanyak 843 orang. Penderita TBC tersebut terdiri dari 492 ribu laki-laki, 349 ribu perempuan, dan 49 ribu anak-anak Sehingga, Indonesia menempati pering ke 3 sebagai Negara yang memiliki jumlah pengidap TBC terbanyak di dunia setelah India dan Tiongkok. Hal itu pula menempatkan Indonesia sebagai salah satu Negara yang menyumbang 60% kasus TBC di seluruh dunia.

TBC juga dapat mengancam para pekerja di Indonesia. Berdasarkan Jurnal Keperawatan (2016) lingkungan kerja yang kurang baik akan menyebabkan timbulnya penyakit menular termasuk penyakit TBC. Lingkungan kerja ini sering tidak mendapatkan pengawasan, sehingga uap atau gas tosik yang dapat berbahaya bagi pernapasan dapat masuk ke dalam lingkungan kerja sehingga mencemarkan udara dan juga dapat memicu terjadinya TBC. Berdasarkan hasil penelitian dalam Jurnal tersebut juga disebutkan bahwa orang yang bekerja di lingkungan kerja yang tidak baik mempunyai resion 0,472 kali terkena TBC dibandingkan dengan orang yang bekerja di lingkungan kerja yang baik.

TBC merupakan penyakit Menular. Cara penularannya adalah ketika pengidap TBC mengeluarkan dahak atau cairan air liur dari mulutnya , seperti saat batuk dan bersin berisi bakteri Mycobacterium tuberculosis kemdudian dihirup oleh orang lain yang sehat.  Bakteri TBC yang keluar dari dahak penderita dapat bertahan di udara yang lembab dan tidak terpaps sinar matahari selama berjam-jam. Maka dari itu, setiap orang yang berdekatan dan berinteraksi dengan penderita TB secara langsung berpotensi menghirupnya sehingga akhirnya akan tertular.

Penyebab TBC

Penyebab penyakit TBC adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis yang kemudian dapat menularkan kepada orang yang berinteraksi dengan penderita TBC. Namun, penting untuk diketahui bahwa orang yang terkena bakteri Mycobacterium tuberculosis tidak akan langsung menyebarkan bakteri kepada orang lain, tetapi hanya orang yang menderita penyakit TBC aktif saja yang dapat menyebarkan bakteri tersebut kepada orang lain. Maka dari itu, TBC dibedakan menjadi 2 yaitu, TBC aktif dan TBC laten. Penjelasannya dapat dilihat sebagai berikut:

TBC Aktif

sebelum  seseorang menyebarkan bakteri tuberculosis, bakteri tersebut haruslah masuk terlebih dahulu ke tubuh seseorang sebelum akhirnya orang tersebut terinfeksi. Maka, bakteri yang aktif, akan berkembang biak di dalam tubuh si penderita dan menyebabkan penyakit TBC aktif. Pada titik ini, penderita dapat menularkan penyakit TBC kepada orang lain yang berinteraksi dengan si penderita. Beberapa orang dapat terjangkit TBC sesegera mungkin (dalam kurun waktu mingguan) setelah terinfeksi, sebelum sistem kekebalan tubuh mereka dapat melawan infeksi.

TBC Laten

Seseorang dapat tertular TBC bertahu-tahun kemudian, ketika sistem imun orang tersebut sedang melemah. Banyak kasus seseorang tertular bakteri tuberculosis namun tidak pernah memiliki gejala-gejala TBC. Kondisi ini disebut sebagai TBC Laten. TBC laten terjadi ketika bakteri yang masuk kedalam tubuh penderita berada dalam kondisi inkubasi dan belum aktif. Bakteri akan menjadi aktif, ketika imun tubuh seseorang melemah, seperti orang yang lanjut usia dan penderita HIV.

Setiap orang dapat berisiko untuk terkena penyakit TBC, terlepas dari jenis kelamin, umur seseorang, dan kelompok ras penderitanya. Namun, seseorang dapat memiliki risiko yang tinggi terkena penyakti TBC apabila:

  • Pengidap HIV, diabetes mellitus, malnutrisi, atau penyakit lain yang melemahkan sistem imun.
  • Seseorang yang telah melakukan kontak dengan penderita TBC.
  • Seseorang peminum alcohol atau obat terlarang.

Gejala TBC

Gejala TBC akan tergantung pada tempat infeksi bakteri terjadi di dalam tubuh. Apabila bakteri tuberculosis menginfeksi paru-paru maka gejala-gejala yang akan muncul adalah sebagai berikut:

  • Batuk yang terus menerus selama 3 minggu bahkan lebih.
  • Rasa nyeri pada dada
  • Batuk yang mengeluarkan darah atau sputum (dahak dari dalam paru-paru)

Selain gejala-gejala tersebut, TBC juga memiliki gejala yang lain, diantaranya adalah:

  • Meresa lelah dan lemah
  • Berat badan turun drastic
  • Nafsu makan menghilang
  • Menggigil
  • Demam
  • Berkeringat pada malam hari.

Sedangkan, apabila bakteri Tuberkulosis menginfeksi bagian tubuh yang lain, maka gejala yang akan muncul akan terganutng pada bagian organ yang terdampak. Bagi penderita TBC laten tidak akan merasakan sakit, tidak memiliki gejala. Dan juga tidak dapat menularkan TBC kepada orang lain. Apabila anda telah mengalami gejala-gejala seperti itu, maka sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter sebelum TBC semakin parah. Karena, jika TBC tidak ditangani secara cepat dan tepat akan berakibat fatal. Bakteri tuberculosis tidak hanya akan mengganggu parau-parau saja, tetapi dapat menyebar keseluruh tubuh melalui peredaran darah. Sehingga TBC dapat menyebabkan beberapa komplikasi penyakit, diantaranya: sakit punggung, kerusakan pada sendi, pembengkakan selaput pada otak (meningitis) masalah pada hati dan ginjal, serta kelainan pada jantung (tamponade jantung)

Pengobatan Penyakit TBC

Dalam mendiagnosis pasien TBC, dokter akan melakukan rontgen dada, tes darah, tes dahak, serta tes Mantoux. Ini disebabkan karena TBC merupakan sebuah penyakit yang sulit untuk dideteksi, apalagi jika penderitanya adalah anak-anak. Dengan pengobatan yang sesuai maka penyakit ini dapat diatasi. Biasanya pengobatan yang diperlukan adalah dengan mengkonsumsi jenis obat antituberkulosis yang perlu di minum selama waktu tertuntu, minimal 6 bulan.

Pengobatan yang tepat biasanya melibatkan 3-4 antibiotik. Dalam beberapa minggu pasien akan merasa lebih baik, namun hal itu bukan berarti bakteri sudah hilang. Oleh sebab itu, pasien tetap harus menjalani tahapan keseahtan walaupun gejala-gejala telah hilang.

Selain itu, penderita juga dapat merubah gaya hidup untuk mengatasi penyakit TBC, diantarnya adakah:

  • Meminum obat TBC sesuai jadwal dan ketentuan dokter
  • Konsultasi dengan dokter tentang efek samping obat.
  • Usahakan untuk tidak menularkan kepada orang lain.
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sesuai arahan dokter
  • Segera konsultasi dengan dokter apabila merasa panas atau dingin

Mencegah Penyakit TBC

Hal yang paling utama untuk mencegah penyakit TBC adalah dengan menerima vaksin BCG (Bacilus Calmette Guerin). Vaksin ini termasuk ke dalam daftar imunisasi wajib dan diberikan kepada bayi sebelum bayi menginjak usia 3 bulan. Selain bagi bayi, vaksin ini juga dianjurkan duntuk diberikan kepada anak-anal, remaja, araupun orang dewasa yang belum pernah menerimanya sewaktu masih bayi. Tetapi, efektivitas vaksin ini akan berkurang jika diberikan kepada orang dewasa. Maka sebaiknya, vaksin diberikan sewaktu masih bayi. Meskipun demikian, sebenarnya vaksin  ini tidak dapat melindungi orang dari penularan bakteri tuberculosis.

 Referensi:

Oktafiyana, Fina. Dkk. 2016. Hubungan Lingkungan Kerja Penderita TB Paru Tehradap Kejadian TB Paru. Jurnal Keperawatan. Vol. (XII) 1: 52-52

World Health Organization (WHO).

Tinggalkan Komentar di sini