Waspadai Penyakit Bronkitis

0
52

Bronkitis merupakan penyakit yang terjadi ketika lapisan saluran bronkus meradang akibat infeksi. Bronkus ini berfungsi sebagai saluran yang membawa udara dari paru-prau dan menuju paru-paru. Seorang penderita bronchitis, biasanya ditandai dengan munculnya gejala batuk yang berlendir tebal dan berubah warna serta dapat berlangsung lebih dari satu minggu.

Menurut World Health Organization (WHO) penderita penyakit bronchitis mencapai 64 juta orang di seluruh dunia. Di amerika serikat sendiri prevalensi rate untuk bronchitis kronik berkisar 4,45% atau sekiatr 12,1 juta jiwa. Di Negara ASEAN, Thailand merupakah salah satu Negara yang memiliki prevalensi bronchitis kronik tinggi yaitu sekitar 2.885.561 jiwa. Sedangkan di Indonesia, menurut KEMENKES RI (2013) angka kejadian bronchitis belum diketahi secara pasti. Namun, karena bronchitis termasuk dari penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) maka dapat diperkirakan di Indonesia terdapat 4,8 juta pasien PPOK dengan prevalensi 5,6%.

Jenis Bronkitis

Penyakit bronchitis memiliki 2 jenis, yaitu bronchitis akut dan bronchitis kronis. Berikut merupakan penjelasannya:

Bronkitis akut

Bronkitis akut merupakan sebuah kondisi saat saluran udara di dalam paru-paru mengalami pembengkakan dan terisi oleh lendir. Hal ini disebabkan terjadinya infeksi dalam jangka pendek. Kondisi ini biasanya tidak terlalu menyebabkan apapun jika ketika infeksi sudah hilang. Penyebab umum dari kondisi ini disebabkan oleh virus yang sama penyebab demam dan flu. Bronchitis akut akan bertahan beberapa hari hingga 10 hari. Namun batuk akan bertahan beberapa minggu setelah infeksi hilang.

Bronkitis Kronis

Bronkitis kronis terjadi ketika iritasi terjadi terus menerus di saluran bronkial. Hal ini terjadi karena penderita yang sering merokok. Bronchitis kronis dapat terjadi selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dan jauh lebih parah dari pada bronchitis akut. Bronchitis kronis menyebabkan batuk berdahak jangka panjang. Terkadang virus tau bakteri dapat menginfeksi yang sudah iritasi dan membaut kondisinya memburuk.

Penyebab Penyakit Bronkitis

Penyebab bronchitis akut biasanya adalah infeksi virus yang sejenis dengan virus pilek dan flu. Penyebab paling umum bronchitis kronis adalah merokok. Selain itu, debu, polusi udara, gas beracun atau lingkungan kerja juga merupakan penyebab bronchitis kronis.

Anak-anak biasanya sering menderita bronchitis akut. Penyebabnya adalah infeksi virus pada saluran napas anak. Namun, selain infeksi viru, bronchitis akut pada anak juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, alergi, dan iritasi dari asap rokok, debu dan polusi.

Saat anak flu, pilek, sakit tenggorokan atau mengalami sinusitis kronis yang disebabkan oleh virus, virus tersebut dapat menyebar kedaerah bronkus sehingga saluran napas menjadi bengkak, meradang, dan tersumbat oleh lendir. Virus-virus ini dapat menular kepada orang lain melalui batuk atau bersin. Anak juga dapat tertular jika anak menyentuh mulut, hidung atau ingus dari orang yang terinfeksi, yang menempel di benda-benda yang di pegang oleh anak

Penyebab bronchitis kronis yang paling umum ialah merokok, baik itu secara pasif maupun aktif.  Karena rokok mengandung zat yang dapat merusak bulu-bulu kecil dalam paru-paru yang disebut silla. Silla ini berfungsi utnuk mengahalau dan menyapu debu, iritasi, dan lendir berlebihan.

Seseorang akan memiliki risiko tinggi terkena penyakti bronchitis apabila :

  • Berusia di bawah 5 tahun ataupun berusia lebih dari 40 tahun
  • Merokok ataupun seseorang yang sering terkena paparan asap rokok
  • Sering terpapar zat-zat berbahaya, seperti ammonia, debu, ataupun klorin, baik saat bekerja maupun melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Belum mendapatkan vaksin influenza atau vaksin pneumonia.
  • Sistem kekebalan yang rendah. Hal ini dapat disebabkan oleh penyakit akut lainnya, seperti pilek atau penyakit kronis yang mengganggu imunitas tubuh.
  • Memiliki masalah kesehatan yang lain, seperti penyakit ulu hati yang parah sehingga mengiritasi tenggorokan, ini akan menyebabkan seseorang rentan terkena bronchitis.

Gejala Bronkitis

  • Batuk disertai lendir yang  berwarma kuning keabu-abuan
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas
  • Hidung tersumbat dan beringus
  • Rasa sakit dan rasa tidak nyaman pada dada.
  • Merasa kelelahan
  • Demam ringan

Jika seseorang menderita bronchitis akut, mungkin akan mengala batuk selama beberapa minggu setelah radang sembuh. Namun, bagi penderita bronchitis kronis mungkin akan mengalami periode sebelum penyakit memburuk. Dalam masa itu, penderita akan mengalami gejala seperti bronchitis akut. Mungkin ada beberapa gejala yang tidak tercantum diatas. Jika anda memiliki gejala berikut ini, maka anda harus segera menghubungi dokter:

  • Gejala telah berlangsung lebih dari tiga minggu.
  • Demam dengan suhu tinggi
  • Mengeluarkan lendir yang berubah warna
  • Batuk berdarah
  • Napas pendek.

Bronkitis dapat menyebabkan komplikasi yaitu Pneumonia. Pneumonia merupakan komplikasi dari bronchitis yang paling mungkin terjadi. Hal ini akan muncul saat infeksi telah menyebar jauh ke paru-paru. Hal itu menyebabkan kantong udara dalam paru-paru terisi dengan cairan. Faktanya, 5% kasus bronkitisi berujung pada pneumonia.

Mendiagnosis Penyakit Bronkitis

Untuk memeriksa apakah seseorang benar-benar mengalami bronchitis, maka diperlukan beberapa pemeriksaan sebelum akhirnya dapat di diagnosis. Langkah pertama adalah dengan memeriksa gejala yang muncul, memeriksa riwayat kesehatan  dan faktor resiko yang ada.

Beberapa tes lain juga diperlukan untuk mendiagnosis bronchitis, yaitu:

  • Rontgen dada untuk mendeteksi sistem pernapasan secara keseluruhan. Tes ini juga dapat memastikan apakah pasien mengidap pneumonia atau kondisi lain. Tes ini penting dilakukan pada pasien yang merokok.
  • Pemeriksaan kadar oksigen di dalam darah
  • Tes darah
  • Tes fungsi paru-paru.
  • Tes dahak untuk menentukan apakah pasien mengidap penyakit  yang dapat diatasi dengan antibiotik,

Pengobatan Penyakit Bronkitis

Dalam proses pengobatan, biasanya dokter akan memberikan obat yang disesuaikan dengan gejala dan jenis bronchitis yang dialami oleh penderita. Obat-obatan ini meliputi, antibiotic, pereda nyeri, bronkodilator, obat ekpektoran yang membantu mengeluarkan atau mengencerkan dahak, obat-oabatan yang membuka saluran napas, dan obat penekan rangsangan batuk hika sudah tidak ada lendir lagi.

Selain mengkonsumsi obat-obatan, berikut ini merupakan beberapa cara sederhana untuk mengatasi bronchitis:

  • Istirahat yang cukup. Bronchitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi, maka dari itu istirahat yang cukup dapat membantu melawan infeksi tersebut. Karena, flu akan mudah menyerang tubuh yang tidak fit dan sering menajdi gejala dari bronchitis.
  • Minum air putih yang banyak. Minum ari putih dapat menjadi obat alami bronchitis, karena tubuh yang terhidrasi dapat memabntu menipiskan lendir pada saluran napas. Minum air putih juga dapat menggantikan cariran yang hilang ketika tubuh  dalam masa peradangan.
  • Makan buah nanas dan minum teh jahe.
  • Meminum campuran madu dan lemon
  • Menghirup uap hangat untuk mengurangi lendir.
  • Berkumur dengan air garam untuk  meredakan gejala bronchitis.
  • Mengkonsumsi sup ayam hangat.
  • Mengubah gaya hidup dengan berhenti merokok, mengenakan masket ketika berada di udara yang tercemar atau berada di tempat yan berdebu
  • Gunakan alat pelembab udara yang hangat untuk memabntu meredakan batuk dan mengurangi lendir.

Referensi.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013.

Lisa,Tuko Gustari. Dkk. 2015. Profil Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) yang Dirawat Inap di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. JOM FK. Vol (1) 2 : 1-13.

World Health Organization (WHO).

Tinggalkan Komentar di sini