Kenali Penyebab, Gejala, dan Pencegahan Diare

0
39

Diare merupakan sebuah penyakit gangguan penncernaan yang ditandai dengan buang air besar terus menerus. Fese yang keluar saat buang air besar biasanya encer dan lembek atau cair berair. Orang awam sering menyebutnya denga istilah mencret. Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari saja, namun beberapa kasus dapat memanjang hingga berminggu-minggu. Pada umumnya diare tidaklah berbahaya jika tidak di sertai dengan dehidrasi. Namun, apabila disertai dehidrasi penyakit ini dapat menajdi fatal dan penderitanya perlu segera mendapat pertolongan medis.

Berdasarkan data informasi profil kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2017, jumlah kasus diare seluruh Indonesia adalah sekitar 7 juta, dan paling banyak terjadi di provinsi Jawa Barat dengan 1,2 juta kasus. Diare merupakan salah satu gangguan pencernaan yang umum terhadi. Siapapun dapat mengalai hal ini setidaknya sekali seumur hidup. Penyakit diare tidak mengenal jenis kelamin dan usia. Rata-rata orang dewasa dapat mengalami diare 4 kali dalam setahun. Apabila diare sering terjadi dan berlalu terlalu lama, diare ini dapat menandakan kondisi yang sangat serius.

Berdasarkan lama durasinya berlangsung, masalah diare dapat dibedakan menjadi dua, yaitu diare akut dan diare kronis. Berikut penjelasannya:

  • Diare akut. Diare akut dapat berlangsung selama kurang lebih 3 hari hingga seminggu. Kebanyakan orang mengalami mencret jangka pendek. Hal ini disebabkan karena adanya infeksi pada saluran pencernaan.
  • Diare kronis. Kondisi ini dapat berlangsung dari 4 minggu atau bahkan lebih. Penyebab dari diare kronis adalah kondisi medis, alergi, obat-obatan, atau infeksi kronis. Diare kronis juga dapat disebabkan oleh gangguan penceranaan, termasuk Inflammatory Bowel Disease (penyakit radang usus) atau Irritable Bowel Syndrome (IBS atau Sindrom iritasi usus)

Penyebab Diare

Diare memiliki penyebab yang sangat beragam, diantaranya adalah:

Infeksi Bakteri

Bakteri yang paling umum menginfeksi pencernaan serta menjadi penyebab diare yaitu Shigella, Salmonelia,  serta Escherichia coli  (E.Coli). Bakteri ini biasanya masuk kedalam tubuh lewat makanan dan minuman yang tidak higienis, dan tidak matang dengan sempurna, baik itu sayuran, daging, ataupun ikan.

Diare juga dapat menularkan melalui kontak langsung dengan seorang penderita diare. Penularan ini mungkin saja terjadi jika seorang penderita tersebut lupa mencuci tangan setelah buang air besar kemudian berjabat tangan dengan orang lain. Anak-anak cenderung lebih mudah terkena diare karena memiliki daya tahan tubuhnya masih lemah. Karena, bakteri penyebab diare akan lebih mudah menginfeksi jika sistem imun lemah.

Infeksi Virus

Selain bakteri, infeksi virus juga dapat  menjadi penyebab diare. Virus tersebut adalah rotavirus dan norovirus. Cara penularannya sama dengan infeksi bakteri, yaitu lewat konsumsi makanan dan minuman yang tidak higienis serta kontak langsung dengan penderita diare. Parahnya, virus yang menyebabkan diare ini dapat menularkan kepada orang lain sebelum si penderitanya merasakan gejala diare.

Pada orang dewasa infeksi rotavirus tidak selalu mengakibatkan diare. Bahkan beberapa kasusnya tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, infeksi rotavirus rentan menajdi penyebab diare yang pareh bagi anak kecil dan bayi, dan akan berlangsung hingga 8 hari.

Infekai parasite atau jamur.

Makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh jamur atau parasit juga dapat menyebabkan diare. Parasit yang menyebabkan diare adalah Giardia duodenalis. Diare yang disebabkan oleh infeksi jamur atau parasite ini biasanya dapat terjadi di tempat-tempat yang memiliki sanitasi yang buruk, lingkungan yang tidak steril, dan orang-orangnya tidak menjaga kebersihan.

Berwisata ke tempat tertentu.

Wisatawan cenderung mencicipi makanan yang belum terjamin kebersihannya. Sehingga, ketika berwisata bisa saja terkena diare. Diare ini disebut diare wisata. Namun pada intinya, sumber utamanya tetap bakteri atau karena kurang higienenya makanan/minuman yang dikonsumsi.

Efek Samping Obat tertentu

Bagi beberapa orang, efek samping antibiotic dapat menjadi penyebab diare, karena antibiotic dapat membunuh bakteri yang baik melindungi usus, ketidak seimbangan koloni bakteri baik dan buruk dapat menyebabkan diare

Intoleransi makanan

Intoleransi makanan adalah kondisi ketika tubuh ridak dapat mencerna nutria atau zat tertentu dalam sautu makanan. Hingga akhirnya menyebabkan diare.

Kondisi medis tertentu

Diare kronis yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh dapat menjadi masalah kesehatan tertentu. Seperti, Irritable bowel syndrome, inflammatory bowel disease, atau penyakit celiac.

Minum alcohol

Minum alkohol dapat menyebabkan usus besar tidak maksimal dalam menyerap makanan, akibatnya feses mengandung  banyak air dan teksturnya encer

Pilihan makanan yang tidak tepat

Makanan yang menyebabkan diare adalah, makanan pedas, makanan bergula, susu, keju, makanan yang berlemak, kopi, teh, coklat, dan soda.

Pembedahan dalam perut

Efek samping pascaoperasi pada bagian saluran cerna dapat mempengaruhi kinerja usus dalam menyerap nutris makanan untuk semetara. Akibatnya terjadilah diare yang akan membaik sejalan dengan proses pemulihan tubuh setelah operasi.

Gejala Diare

  • Buang air lebih sering dari biasanya.
  • Sakit perut
  • Kram pada bagian perut
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Kehilangan nafsu makan
  • Merasa haus terus menerus
  • Demam
  • Dehidrasi
  • Terdapat darah pada feses
  • Feses yang dihasilkan banyak

Selain itu, segera berkonsultasi kedokter apabila mengalami gejala seperti:

  • Warna feses gelap diakibatkan adanya darah pada feses
  • Mual  dan muntah
  • Kurang tidur
  • Penurunan berat badan

Pada anak, gejala diare yang akan muncul adalah sebagai berikut:

  • Gejala dehidrasi, yaitu seperti tangan dan kaki yang dingin, jarang buang air kecil, kulit pucat, mudah marah, dan mengantuk.
  • Demam tinggi
  • Feses mengandung  darah dan nanah
  • Feses berwarna hitam
  • Produksi urin menurun
  • Mulut kering
  • Lesu
  • Sakit kepala
  • Kulitnya mongering
  • Mengantuk

Diare yang terjadi pada anak dan bayi haruslah segera ditangani karena dapat menyebabkan dehidrasi serius dan membahayan nyawa pada waktu yang singkat. Jika anda atau keluarga anda memiliki gejala-gejala diatas atau pertanyaan lainnya segeralah konsultasikan ke dokter.

Pengobatan dan Pencegahan Diare

 Diare dapat diobati dengan:

  • Minum air yang banyak agar tidak dehidrasi
  • Istirahat sebanyak mungkin
  • Makan makanan yang sehat
  • Minum obat diare sesuai anjuran dokter, diantaranya Loperamide atau Attapulgite.
  • Ketika diare hindari makanan dan minuman yang terbuat dari susu, makanan berat, berlemak, berminyak dan makanan pedas, hindari minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, dan cola.

Kemudian hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah pemuakit diare adalah:

  • Mengkonsumsi makanan yang masih panas dan dimasak dengan baik. Hindari buah dan sayuran mental kecuali jika anda sendiri yang mencuci dan mengupasnya. Hindari pula daging mentah atau kurang matang serta hindari makanan yang terbuat dari olahan susu.
  • Minum air, soda, bir atau anggur dari kemasan aslinya. Hindari meminum air dari keran dan es batu selama bepergian. Gunakanlah air kemasan bahkan saat mengosok gigi.
  • Mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin. Terlebih lagi, saat berada tempat umum, sebelum makan, dan setelah ke toilet.

Referensi.

Data Informasi Profil Kesehatan. 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Tinggalkan Komentar di sini