Bahaya Penyakit Jantung Koroner

0
139

Penyakit jantung coroner (PJK) merupakan masalah jantung yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh arteri coroner. Pembuluh arteri koroner menyempit disebaban oleh menumpuknya plak kolesterol di dinding dalam arteri dalam jangka waktu yang panjang penyempitan dinding arteri ini disebut sebagai aterosklerosis. Penyakit jantung koroner ini lama kelamaan dapat menimbulkan komplikasi seperti gagal jantung dan aritma (gangguan irama jantung)

Berdasarkan Profil Penyakit Tidak Menular (2016) milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menyatakan bahwa diagnosis Penyakit jantung Koroner bersumber pada sistem informasi PTM berbasis web sudah mencapai 4.920 kasus, dan sebagian besar yaitu 2.600 kasus adalah perempuan, sedangkan laki-laki sebesar 2.320 kasus. Kemudian berdasarkan kelompok umur, 15-34 tahun berjumlah 168 kasus, 35-59 tahun 1.934 kasusdan yang terbesar pada kelompok usia ≥60 tahun sebesar 2.228 kasus.

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Penyebab jantung koroner ini banyak, namun beberapa penelitian mengatakan bahwa penyebab  dinding arteri rusak adalah:

  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol dan tirgliserida tinggi
  • Diabetes
  • Kegemukan
  • Kebiasan merokok
  • Peradangan darah

Saat arteri rusak, plak akan mudah menempel pada dinding arteri sehingga lambat laun akan menebal. Penyempitan pembuluh ini akan menghambat aliran darah yang kaya oksigen ke jantung. Apabila plak pecah, trombosit akan menempel pada luka arteri dan membentuk gumpalan darah yang memblokir arteri. Hal ini dapat mengakibatkan angina semakin parah. Ketika bekuan darah semakin besar, maka arteri akan tertekan dan menyebabkan infark miokar atau kematian otot jantung.

Selain itu, beberapa faktor juga dapat menyebabkan seseorang memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung koroner, diantaranya adalah:

  • Usia lanjut. Usia semakin tua, maka arteri akan semakin menyempit dan rapuh
  • Pria lebih memiliki risiko terkena penyakit jantung dibandingkan dengan wanita
  • Faktor genetik. Keturunan dari yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner akan berisiko terkena Penyakit Jantung Koroner
  • Merokok, hal ini karena nikotin dapat menyebabkan penyempitan arteri sementara carbon monoksida menyebabkan kerusakan pembuluh
  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan/atau kadar lemak darah yang tinggi.
  • Memiliki trauma mental atau stess psikologis berat jangka waktu panjang.

Sementara itu penyempitan pembuluh darah arteri itu sendiri disebebkan oleh kebiasaan gaya hidup serta kondisi seperti:

  • Jarang atau bahkan tidak aktif bergerak
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Makan makanan kurang sehat
  • Merokok
  • Kolesterol tinggi
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Diabetes

Tidak memiliki risiko bukan berarti bebas dari kemungkinan terkena penyakit jantung koroner, jika anda memiliki kekhawatiran terhadap suatu gejala segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Gejala Penyakit Jantung Koroner

Biasanya penyakit jantung koroner tidak menimbulkan gejala di awal terjadinya penyakit, namun seiring dengan waktu, gejal-gejala yang harus diwaspadai akan muncul, seperti:

  • Nyeri dada (angina), yaitu nyeri dada yang teramat sakit yang diakibatkan oleh otot jantung tidak mendapatkan cukup pasokan darah yang kaya oksigen. Rasa sakitnya mirip seperti dicubit atau dada tertindih benda berat. Sensasi tersebut akan menyebar ke pundak, lengan, leher, rahang, serta punggung kiri. Bisa juga seperti menembus dari depan dada ke punggung. Gejala ini akan muncul ketika penderitanya beraktivitas berat. Rasa sakit yang dialami oleh pria dan wanita kan berbeda. Wanita cenderung merasakan rasa sakit di bawah dada dan perut bagian bawah. Namun, tidak semua nyeri dada adalah gejala penyakit jantung koroner, nyeri dada akibat jantung koroner akan disertai dnegan keringat dingin
  • Keringat dingin dan mual karena otot-otot jantung kekurangan oksigen. Kondisi ini disebur iskemia. Kondisi ini memicu keringat dingin dan mual serta muntah.
  • Sesak nafas. Karena jantung tidak berfungsi normal dan kesulitan memompa darah segar ke paru-paru.

Apabila anda merasakan sakit dada yang intens atau curiga serangan jantung segera pergi ke unit gawat darurat terdekat, kadang pengidap keliru mengira penyakit jantung koroner sebagai masuk angina, sehingga menyebabkan terlambat mendapatkan pertolongan.

Konsultasikan dengan dokter apabila memiliki faktor risiko penyakit jantung koroner. Diagnosis dan pengobatan dini akan membantu mencegah komplikasi dan mengurangi keparahan penyakti.

Konsultasi dengan dokter – ilustrasi

Mendiagnosis Penyakit Jantung Koroner

  • Elektrokardiogram (EKG) berfungsi untuk merekam sinyal-sinyal listrik yang bergerak melalui jantung di dalam tubuh. EKG dapat mendiagnosis bukti serangan jantung sebelum atau sedang berlangsung serangan jantung tersebut.
  • Ekokardiogram, yaitu alat yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar jantung. Dengan alat ini, dokter dapat menentukan apakah semua bagian jatung berfingsi normal saat memompa darah, selain itu dokter juga akan mengetahui beberapa bagian lemah dan mungkin rusak saat serangan jantung. Dokter juga dapat mendiagnosis kindisi penyakit jantung lainnya
  • Tes stress EKG. Apabila gejala serangan jantung terjadi ketika berolah raga, dokter akan menyarankan untuk melakukan tes stes jantung. Tes ini dilkukan ketika berada di atas treadmill atau sambil mengendarai sepeda status kemudian dokter akan memantau  kerja jantung. Tes nuklir dilakukan untuk mengukur seberapa banyak dan cepat aliran darah ke oto jantung. Tes ini di lakukan ketika jantung beristirahat tau sedang tidak melakukan apapun.
  • Kateterisasi jantung dan angiogram tes ini untuk mengetahuo seberapa lancar aliran darah ke jantung.
  • CT Scan Jantung untuk melihat deposit kalsium di arteri. Kelebihan kalsium akan mempersempit arteru dan menjadi pertanda dari penyakit jantung koroner.

Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

Beberapa obat yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit jantung koroner adalah sebagai berikut:

  • Obat-oabtan penurun kolesterol, yaitu statin, niasin, dan fibrat.  Obat-obatan ini akan membantu mengurangi kadar kolesterol darah sehingga mengurangi jumlah lemak yang menempel pada pembuluh darah
  • Aspirin, untuk melarutkan darah yang tersumbat dan mencegah stroke atau infark mlokard
  • Beta blockers, untuk menurunkan tekanan darah
  • Nitrogliserin dan inhibitor enzim yang mengubah angiotensin untuk mencegah risiko infark miokard.

Selain obat-obatan, penyakit jantung koroner juga dapat di atasi dengan jalan operasi, yaitu:

  • Pemasangan stent digunakan untuk memperlebar arteri koroner yang menyempit
  • Bedah koroner, seperti operasi bypasas jantung, atau dokter juga akan melakukan angioplasty jika diperlukan.

Selain itu, untuk mengendalikan perkembangan penyakit jantung koroner, anda perlu mempertahankan kegaitan rutin seperti:

  • Mengatur pola makan yang sehat dan seimbang
  • Konsumsi obat-obatan sesuai perintah dokter
  • Kurangi asupan garam
  • Berolah raga secara teratut seperti jalan singkat selama 30 menit perhari. Konsultasikan dengan dokter atau ahli kebugaran untuk menentukan olah raga yang cocok untuk jantung
  • Mempertahankan berat badan yang ideal.

 Mencegah Penyakit Jantung Koroner

Untuk meminimalkan risiko terkena penyakit jantung koroner, maka di bawah iniadalah beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Melakukan olah raga rutin
  • Pola makan yang sehat dan gizi seimbang. Perbanyak mengkonsumsi buah dan sayur, serta kurangi makanan yang mengandung banyak kolestrol serta garam berlebih
  • Berhenti merokok
  • Mengontrol tekanan darah
  • Kendalikan stress
  • Istirahat yang cukup. 

Referensi:

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Penyakit Tidak Menular. 2017. Profil Penyakit Tidak Menular Tahun 2016. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Tinggalkan Komentar di sini