Adaptasi Layanan Kesehatan Ibu Hamil di Masa Pandemi COVID 19

0
145

Dalam kondisi pandemi COVID 19 banyak dilakukan pembatasan atau penyesuaian layanan kesehatan termasuk pelayanan maternal (Ibu Hamil). Salah satu kejadinya yang sering ditemui dalam kondisi pandemi COVID 19 ini kunjungan kehamilan ke fasilitas kesehatan yang menurun karena khawatir tertular COVID 19. Di bawah ini adalah beberapa penyesuaian pelayanan untuk ibu hamil di masa pandemi COVID 19 :

Ibu hamil melakukan 1 kali kunjungan (periksa kehamilan)/ kunjungan pertama kehamilan ke tenaga kesehatan pada usia kandungan sebelum usia kehamilan 14 minggu. Pemeriksaan kehamilan yang pertama ini penting dilakukan untuk skrinning faktor risiko (termasuk Program Pencegahan Penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak). Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan pertama ini dianjurkan dilakukan oleh dokter di fasilitas layanan kesehatan dengan perjanjian agar ibu hamil tidak menunggu lama. Namun, jika Ibu Hamil memilih datang ke bidan tetap dilakukan pelayanan pemeriksaan, kemudian ibu hamil dirujuk untuk pemeriksaan oleh dokter jika ada komplikasi atau penyulit yang membutuhkan tata laksana lebih lanjut.

ibu hamil di masa pandemi

Jika pada kunjungan pertama Ibu Hamil terdeteksi memiliki faktor risiko atau penyulit, Ibu Hamil harus memeriksakan kehamilannya pada trimester kedua.

Tunda pemeriksaan pada kehamilan trimester kedua (usia kehamilan 14 – 27 minggu) atau lakukan pemeriksaan kehamilan melalui tele-konsultasi klinis. Namun jika dijumpai keluhan atau tanda bahaya ibu hamil dapat segera memeriksakan diri fasilitas kesehatan. Ibu Hamil dapat mempelajari buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) untuk mengenali TANDA BAHAYA pada kehamlian.

Tunda keikutsertaan kelas Ibu Hamil secara langsung/tatap muka. Selama pandemi COVID 19 Kelas Ibu Hamil secara tatap muka ditunda pelaksanaanya atau dapat mengikuti kelas ibu hamil secara online. Termasuk Ibu hamil tetap perlu mempraktikan aktivitas fisik berupa senam ibu hamil/yoga/pilates/peregangan secara mandiri di rumah.

Lakukan kunjungan/pemeriksaan kehamilan pada trimester ketiga (usia kehamilan 28 minggu – 42 minggu). Kunjungan kehamilan pada trimester 3 ini HARUS DILAKUKAN untuk tujuan persiapan proses persalinan, kunjungan kehamilan pada trimester 3 minimal dilakukan 1 bulan sebelum taksiran persalinan.

Ibu hamil melakukan monitoring kondisi dirinya dan gerakan janinnya. Ibu hamil memastikan gerakan janin mulai dirasakan mulai usia kehamilan 20 minggu. Kemudian setelah kehamilan 28 minggu, hitunglah gerakan janin secara mandiri (minimal 10 gerakan per 2 jam).

Ibu hamil tetap mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) sesuai dosis yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Ibu hamil dengan status probable atau terkonfirmasi positif COVID 19 TIDAK DIBERIKAN TABLET TAMBAH DARAH (TTD) karena dapat memperburuk komplikasi yang diakibatkan kondisi COVID 19.

Ibu hamil dengan status probable atau terkonfirmasi COVID 19 untuk sementara dapat MENUNDA pemeriksaan rutin (USG) sampai pada periode isolasi berakhir. Pemantauan selanjutnya dianggap sebagai kasus dengan risiko tinggi maka dianjurkan dilakukan dengan tele-konsultasi terlebih dahulu.

Pemeriksaan bagi Ibu Hamil yang terkonfirmasi COVID 19 yang telah melakukan perawatan dapat dilakukan 14 hari setelah periode penyakit akut berakhir atau pasien dinyatakan sembuh. Direkomendasikan dilakukan USG untuk memantau pertumbuhan janin.

Lebih lengkap terkait pedoman atau acuan Ibu, Keluarga dan tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di masa pandemi dapat mengakses “Pendoman Bagi Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, dan Bayi Baru Lahir di Era Pandemi COVID 19” melalui link berikut :

Link Download Buku Pedoman Bagi Ibu Hamil di Era Pandemi COVID 19 Revisi 1

Link Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)

 Referensi :

[1] Kementerian Kesehatan. Pedoman Bagi Ibu Hamil, Bersalin, Nifas dan Bayi Baru Lagir di Era Pandemi COVID 19 Revisi 1. Jakarta : Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020)

Tinggalkan Komentar di sini