Bahaya Penyakit Liver

0
159

Penyakit Liver (hati) merupakan gangguan pada fungsi hati ataupun pada fisiologis organ hati. Liver berada tepat di bawah tulang rusuk di sisi kanan perut, dan organ tersebut terdiri dari dua bagian yaitu lobus kiri dan lobus kanan. Liver merupakan organ yang berukuran seperti bola yang bekerja paling keras dalam tubuh. Liver berfungsi untuk mencerna makanan, menyinkirkan zat beracun dari dalam tubuh, dan menyimpan cadangan energy bagi tubuh untuk di gunakan saat diperlukan. Penyakit liver dapat disebabkan oleh infeksi virus ataupun penyalahgunaan alcohol (konsumsi alcohol dalam jumlah yang berlebihan dan jangka waktu panjang). Selain itu, obesitas juga berhubungan dengan kerusakan hati. Kerusakan hati ini akan menimbulkan luka pada jaringan hati, kondisi ini disebut sirosis yang dapat menyebabkan kegagalan hati dan menganam nyawa.

Di Indonesia, angka pasti penyakit liver masih belum diketahui, tetapi data WHO menunjukan bahwa penyakit hati yang disebabkan oleh virus, Indonesia teramsuk dalam peringkat endemic yang tinggi (Depkes RI, 2007)

Jenis-Jenis Penyakit Liver

  • Penyakit liver terkait alcohol atau alcohol-related liver disease (ARLD). Golongan penyakit liver ini terbagi dua, yaitu perlemakan karena alkoho dan sirosis alkoholik. Selama mencerna alcohol, akan terus ada di sebagian sel hati yang rusak dan mati. Semakin seseorang sering minum alkoho, fungsi liver akan semakin terganggu. Konsumsi 160 gram alcohol perhaari dapat meningkatkan risiko sirosis hingga 25 kali lipat
  • Perlemakan Liver non alkoholik atau Non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) diakibatkan oleh penumpukan lemak yang biasanya terliaht pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Seharusnya,organ hati tidak mengandung banyak lemak atau tidak sama sekali mengandung lemak. Kadar lemak yang tinggi di hati dapat menyebabkan diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit ginjal
  • Hepatitis, yaitu peradangan di hati yang disebabkan oleh virus hepatitis karena mengkonsumsi alcohol.
  • Hemokromatosis, yaitu  kondisi ketika zat besi dalam tubuh menumpuk dalam jangka waktu bertahun-tahun yang dapat menyebabkan hancurnya organ vital seperti hati, pancreas, dan jantung
  • Sirosis biller primer  atau Primary biliary cirrhosis (PBC) adalah tipe penyakit liber yang dapat menajdi parah secara bertahap seiring berjalannya waktu. Jika tidak dilakukan perawatan yang tepat dapat mengakiabtkan gagal hati
Ilustrasi Perawat sedang merawat Pasien

Penyebab Penyakit Liver

  • Infeksi virus maupun parasite yang menyerang organ hati dapat menyebabkan peradangan dan menghambat fungsi hati. Infeksi yang paling umum menyebabkan penyakit liver adalah virus hepatitis A, virus Hepatitis B, dan Virus Hepatitis C.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh (autoimun), seperti hepatitis autoimun, sirosis biller primer, dan primary sc;erosing cholangitis.
  • Genetika yang menurun dari salah satu atau kedua orang tua. Seperti, hemokromatosis, hiperoksaluria, oxalosis, dan penyakit Wilson.
  • Gaya Hidup, seperti penyalahgunaan alcohol yang kronis, serta pola makan yang tidak sehat.

Selain itu, ada faktor-faktor lain yang menyebabakan seseorang meningkatkan risiko terkena penyakit liver (hati)  yaitu:

  • Pengguna alcohol berat dan kronis
  • Penyuntikan obat menggunakan jarum yang dipakai bersama-sama
  • Tato atau tindikan dengan peralatan yang tidak steril
  • Transfusi darah sebelum tahun 1992
  • Terpapar darah atau cairan tubuh orang lain yang terinfeksi virus liver
  • Hubungan seks tanpa kondom
  • Paparan bahan kimia tertentu atau racun
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Kadar trigliserida dalam darah tinggi

Gejala Penyakit Liver:

Berikut ini merupakan gejala penyakit yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Kulit dan mata tampak kekuningan (jaundice)
  • Nyeri perut serta bengkak
  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
  • Kulit yang gatal
  • Warna urin gelap
  • Warna feses pucat, atau berdarah
  • Kelelahan kronis
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Kecenderungan untuk mudah memar.

Gejala lain selain yang disebutkan diatas mungkin saja bisa muncul, jika anda memiliki sebuah kekhawatiran mengenai sebuah gejala maka segera konsultasikan ke dokter. Terlebih lagi anda menderita sakit perut yangsangat parah. Karena, penyakit liver ini dapat menimbulkan komplikasi yaitu:

  • Edema serebral yaitu cairan yang berlebihan di dalam otak sehingga menyebabkan tekanan di otak dan mencegah otak mendapatkan oksigen.
  • Gangguan pendarahan, karena hati berfungsi memproduksi faktor pembekuan darah, sehingga jika gagal hati akut akan menyebabkan perdarahan yang tidak terkontrol.
  • Infeksi
  • Gagal ginjal

Mendiagnosis Penyakit Liver

  • Melakukan tes darah lengkap untuk melihat komponen yang mencurigakan dalah darah yang dapat menjadi penyebab penyakit liver, misalnya virus, kadar lemak trigliserida tinggi, atau alcohol, selain itu juga dapat digunakan untuk mencari masalah hati tertentu seperti kondisi genetic
  • Tes CT scan, MRI, dan USG dapat menunjukan adanya kerusakan pada hati
  • Biopsy hati. Yaitu tes yang dilakukan dengan mengambil sedikit sampel jaringan hati untuk dianalisis di laboratorium.

Tahapan Penyakit Liver

Apapun jenis penyakit hari, dapat mengalami proses kerusakan yang sama dan bahaya yang sama bagaimanapun penyebabnya. Berikut merupakan tahapan-tahapan yang terjadi pada penyakit liver. Diantaranya adalah:

  • Peradangan. Organ hati akan menjadi lembut dan keras. Peradangan ini menunjukan bahwa tubuh sedang melawan infeksi atau sedang menyembuhkan luka. Tetapi, apabila peradangan ini terus berlanjut, maka hari bisa rusak secara permanen. Saat bagian tubuh meradang, penderita akan merasakan sakit dan panas pada bagian tersebut, tetapi peradangan ahti seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Jika penyakit liver ditangani dengan baik pada tahap ini, maka peradangan mungkin bisa hilang
  • Fibrosis. Jika tahap awal penyakit liver belum sempat ditangani, maka peradangan berubah menjadi parut. Jaringan parut dapat mencegah darah mengalir ke hati.
  • Sirosis. Yaitu pembentukan luka berupa jaringan parut pada hati yang mengeras menggantikan jaringan sehat yang lembut. Semakin buruk sirosis, maka hati akan kekurangan ajringan sehat, sehingga menyebabkan gagal hati dan tidak berfungsi lagi.
  • Tahap akhir atau End-Stage Liver Disease (ESLD) yaitu kondisi ketika pasien sirosis dengan tanda-tanda dekompensasi tidak punya pilihan lagi selain transplantasi organ hati.
  • Gagal hati, artinya organ hati kehilangan seluruh fungsinya. Kondisi ini dapat mengancam nyawa dan membutuhkan perawatan medis darurat.

Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Liver

Pengobatan penyakit liver ini dapat dilakukan sesuai dengan penyebabnya, dan tingkat keparahannya, serta kondisi pasien.  Secara umum, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk pengobatan penyakit liver adalah:

  • Perubahan gaya hidup, seperti menurunkan berat badan, berhenti meminum alcohol, serta menghindari konsumsi obat-obatan yang sembarangan
  • Memperbanyak minum air putih, istirahat yang cukup, serta mengkonsumsi makanan yang sehat, terutama untuk penderita pasien hepatitis A
  • Pemberian obat diuretic dan diet rendah garam untuk menangani sirosis
  • Melakukan operasi pengangaktan empedu untuk menangani batu empedu
  • Melakukan transplantasi hati untuk mengatasi kondisi gagal hati.

Selain itu, hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit liver adalah

  • Jaga berat badan agar tetap ideal
  • Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol
  • Ikut prigram vaksinasi virus hepatitis
  • Jangan berganti-ganti pasangam dala, berhubungan seksua;
  • Jangan mengguankan NAPZA
    lakukan konsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat apapum
  • Lakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin untuk memanntau kesehatan liver
  • Hindari paparan zat kimia berbahaya, darah, dan cairan tubuh orang lain.

Referensi

Departeme Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. 2007. Pharmaceutical care untuk penyakit hati. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Tinggalkan Komentar di sini