Pneumonia: Penyebab, Gejala dan Pencegahannya

0
64

Penyakit Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang terjadi pada paru-paru, sehingga mengakibatkan kantung udara di dalam paru-paru atau alveolus meradang dan membengkak. Kondisi ini sering disebut seabgai paru-paru basah, karena paru bisa saja dipenuhi dengan cairan atau lendir. Pneumonia sering disamakan dengan penyakit bronchitis, padahal sebenarnya berbeda. Bronchitis merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan atau bronkus. Walaupun berbeda, bronchitis dapat berkembang ke pneumonia apabila penderitanya tidak berusaha menyembuhkan penyakitnya dengan baik.

Pneumonia dapat dialami oleh siapapun, namun apabila pneumonia menyerang anak-anak bisa sangat berbahaya. Bahkan WHO (World Health Organization) menyebutkan bahwa penyakit pneumonia adalah penyebaba 16% kematian balita di dunia pada tahun 2015. Sedangkan di Indonesia, berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2018 milik Kementerian kesehatan republic Indonesia menyatakan bahwa pada tahun 2018 angka kematian akibat pneumonia pada balita sebesar 0,08%. Bahkan, angka kematian pada kelompok bayi lebih tinggi yaitu sebesar 0,16% dibandingkan dengan kelompok anak umur 1-4 tahun sebesar 0,05%

Penyebab Penyakit Pneumonia

Pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, dan virus. Dengan begitu, penyakit pneumonia ini sangat mudah ditularkan melalui udara. Biasanya, penularannya terjadi ketika seseorang yang terkena pneumonia bersin atau batuk. Virus atau bakteri penyebab pneumonia dapat mudah menular saat bersin dan menular lewat hidung dan mulut  kemudian menginfeksi tubuh yang lain. Bakteri dan virus juga mudah dikeluarkan saat seseorang bernafas. Selain itu, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang berisiko terkena penyakit pneumonia diantaranya adalah:

  • Bayi yang masih berusia 0-2 tahun
  • Lansia yang sudah memasuki usia diatas 65 tahun
  • Seseorang yang memiliki riwayat penyakit stroke
  • Cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, akibat penyakit atau penggunaan obat-obatan tertentu seperti steroid.
  • Memiliki kebiasan merokok, karena dengan merokok dapat menyebabkan penumpukan lendir dan cairan di dalam paru, sehingga dapat menyebabkan paru-paru basah
  • Mempunyai riwayat penyakit kronis, seperti diabetes, asma, gagal jantung, cystic fibrosis, HIV dan AIDS.
  • Sedang menjalani pengobatan kanker seperti kemoterapi yang dapat menurunkan kekebalan tubuh. Akibatnya, bakteri dan virus penyebab pneumonia dapat masuk.
  • Sedang dirawat dirumah sakit walaupun bukan di rumah sakit infeksi paru. Karena virus penyebab pneumonia banyak ditemukan di area rumah sakit.

Gejala Penyakit Pneumonia.

  • Batuk secara terus menerus dengan disertai dahak
  • Demam
  • Berkeringat
  • Menggigil
  • Sulit bernapas
  • Dada terasa sakit
  • Nafsu makan menurun
  • Detak jantung terasa cepat

Selain itu, gejala yang lain dapat muncul walaupun jarang terjadi adalah:

  • Kepala sakit
  • Lemas dan lelah
  • Mual dan muntah
  • Nyeri sendi dan otot
  • Batuk disertai dengan darah

Beberapa gejala di atas sering terjadi pada orang yang menderita pneumonia dan biasanya berlangsung selama kurang lebih 24 sampai 48 jam, hal ini tergantung dengan kondisi masing-masing individu. Penyakit pneumonia akan memiliki gejala yang berbeda jika dialami oleh anak-anak, yaitu diantaranya:

  • Anak di bawah usia 5 tahun dapat mengalami napas yang cepat dan tidak teratur
  • Bayi akan menunjukan gejala muntah-muntah, tidak berenergi, lemas, serta sulit makan dan minum

Gejala-gejala lain selain yang disebutkan diatas mungkin akan muncul, jika anda atau keluarga anda mengalami kekhawatiran terhadap suatu gejala lebih baik untuk segera berkomsultasi dengan dokter. Karena jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, pneumonia dapat menimbulkan komplikasi diantaranya:

  • Bakterimia. Kondisi ini terjadi apabila bakteri penyebab infeksi masuk ke dalam darah sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah, perdangan d dalam darah. bahkwan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kegagalan organ
  • Efusi pleura. Apabila infeksi tidak segera ditangani dengan baik, cairan akan berkumpul pada bagian selaput dan dapat mengakibatkan penderitanya semakin sulit bernapas.
  • Luka pada organ paru. Infeksi yang terjadi dapat membuat organ paru semakin mengalami luka.
  • Infeksi pada salah satu bagian jantung. Bakteri penyebab pneumonia juga dapat menginfeksi jantung, meskipun tadinya berada di organ paru. Hal ini disebut endocarditis. Penyebaran infeksi ke jantung ini harus segera ditangani, karena dapat berisiko mengalami gagal jantung.

Mendiagnosis Penyakit Pneumonia

Selain melihat gejala yang muncul, kondisi pneumonia dapat diketahui dengan beberapa pemeriksaan, yaitu:

  • Rontgen dada. Dengan menggunakan sinar X, dokter dapat mengetahui bagian paru-paru yang terkena penyakit pneumonia.
  • Tes darah dilakukan untuk mengetahui tipe virus atau bakteri yang menyebabkan pneumonia.
  • Tes dahak untuk melihat apakah benar ada virus atau bakteri penyebab pneumonia.
  • Memeriksa kadar oksigen darah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak oksigen yang ada di dalam darah. Karena, penyakit ini dapat mengakibatkan oksigen tidak dapat masuk ke aliran darah.

Selain itu, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan apabila gejala-gejala yang ditumbulkan cukup parah. Pemeriksaan lanjutan tersebut meliputi:

  • CT scan. Apabila pneumonia yang diderita tidak kunjung sembuh, dokter akan melakukan CT scan untuk melihat kondisi paru saat itu.
  • Kultur cairan paru. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil cairan di dalam paru-paru kemudian diperiksa kandungannya untuk menentukan tipe infeksi yang terjadi.

Pengobatan Pneumonia

Pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi, dengan demikian pengobtan bertujuan untuk menghentikan infeksi dan mencegah terjadinya infeksi kembali di kemudian hari. Pada umumnya, pneumonia dapat disembuhkan dengan hanya meminum obat dan gejala akan hilang dalam waktu sebentat. Setelah pengobatan diberikan biasanya tubuh kan pulih dalam waktu beberapa minggu saja. Beberapa obat  yang dapat mengatasi pneumonia adalah:

  • Antibiotik, obat ini untuk penderita pneumonia bacterial.
  • Obat antivirus, digunakan untuk penderia pneumonia yanh disebabkan oleh virus.
  • Obat batuk, digunakan untuk meredakan gejala batuk yang dialami.
  • Obat penghilang rasa sakit, untuk mengatasi gejala nyeri sendi atau otot, kepala pusing, dan demam.

Selain meminum obat-obatan diatas, penderita juga dapat melakukan beberpa hal berikut ini untuk mengatasi pneumonia yang dialaminya, yaitu:

  • Istirahat yang cukup
  • Minum air yang cukup untuk mengurangi jumlah lendir atau dahak di dalam paru.
  • Mengkonsumsi obat sesuai dengan anjuran

Bila infeksi yang dialami ringan dan tidak terlalu parah, penderita hanya akan diberikan obat-obatan diatas, namun penderita pneumonia akan dirawat di rumah sakit apabila :

  • Berusia lebih dari 65 tahun
  • Seseorang yang memiliki gangguan fungsi ginjal
  • Memiliki tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg.
  • Pernapasan terasa cepat, yaitu bernapas lebih dari 30 kali dalam satu menit.
  • Suhu tubuh di bawah normal
  • Detak jantung di bawah 50 atau diatas 100.

Apabila hal tersebut dialami oleh anda, maka sebaiknya segera pergi ke Instalasi Gawat Darurat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Sementara itu, pneumonia pada anak harus dirawat secara insentif di rumah sakit, apabila:

  • Berusia Kurang dari 2 tahun
  • Mengalami alergi atau penuruan kesadaran
  • Mengalami dehidrasi
  • Memiliki kadar oksigen yang rendah pada darah

Mencegah Pneumonia

  • Vaksinasi
  • Menerapkan pola hiduo yang bersih
  • Jauhi rokok
  • Melakukan pola hidup yang sehat.

Referensi:

Sekterariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. 2019. Profil Kesehatan Indonesia 2018. Jakarta: Kementerian kesehatan RI.

World Health Organization (WHO). 2015

Tinggalkan Komentar di sini