Kenali Gejala dan Penyebab Vertigo

0
128

Vertigo merupakan sebuah keadaan ketika penderitanya merasa seolah-olah lingkungan di sekitarnya berputar atau melayang. Vertigo juga dapat menyebabkan penderitanya kehilangan keseimbangan sehingga sulit untuk berdiri bahkan berjalan. Vertigo bukanlah nama penyakit, melainkan sebuah kumpulan gejala vertigo yang bisa terjadi secara tiba-tiva atau berlangsung dalam jang wakrtu tertentu.

Berdasarkan data dari Departement of Epidemiology, Robert Koch Institute Germany pada populasi umum di Berlin pada tahun 2007, disebutkan bahwa prevalensi vertigo selama 1 tahun adalah 0,9%. Prevalensi untuk vertigo yang disebabkan oleh migraine adalah 0,89%, untuk BPPV adalah 1,6%, vertigo akibat penyakit Meniere adalah0,51%. Pada penelitian selanjutnya disebutkan bahwa BPPV memiliki risiko kekambuhan sebanyak 50% selama 5 tahun. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data kasus dari R.S Dr. Kariadi Semarang menyebutkan bahwa vertigo menimpati peringkat 5 kasus  terbanyak yang dirawat. (Putri, 2014)

Gejala Vertigo

Gejala yang paling umum dari vertigo adalah pusing, sensasi kepala berputar atau kepala kliyengan, dan kehilangan keseimbangan yang akan menyebabkan penderitanya mengalami muntah, mual, sakit kepala, bahkan kadang disertai dengan nistagmus, yaitu gerakan mata yang tidak normal, telinga berdenging (tinnitus)  mengerluarkan keringat berlebih, dan sensasi merasa akan jatuh. Biasanya vertigo akan hilang dan muncul kemudian dapat berlangsung selama beberapa menit, jam, atau bahkan berhari-hari. Segera konsultasikan ke dokter jika vertigo tidak kunjung membaik. Biasanya dokter akan menanyakan gejala vertigo yang muncul, kemudian melaksanakan pemeriksaan yang sederhana, setelah itu akan menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut apabila frekuensi vertigo termasuk kedalam sering.

Ilustrasi Orang Vertigo

Penyebab Vertigo

Penyebab vertigo ini tergantung apda jenis vertigo yang dialami. Secara umum terdapat dua jenis vertigo yang dikelompokkan berdasarkan penyebabnya, diantaranya adalah:

Vertigo peripheral

Vertogo veriferal merupakan jenis vertigo yang paling sering dialami oleh kebanyakan orang. Penyebab vertigo peripheral adalah karena adanya gangguan pada telinga bagian dalam yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh. Saat menggerakan kepala, bagian dalam telinga akan memberi tahu di mana posisi kepala berada lalu mengirimkan sinyal ke otak untuk menjaga keseimbangan. Namun, apabila terdapat masalah pada bagian dalam telinga, maka penderitanya akan merasakan sakit dan pusing. Hal ini disebabkan oleh adanya peradangan di telinga bagian dalam atau karena adanya infeksi virus.  Selian hal itu, vertigo peripheral disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) yaitu kondisi ketika vestibuler telingan dalam mengalami gangguan dan dipicu oleh perubahan posis dan gerakan kepala yang secara tiba-tiba. Kondisi ini akan lebih rentan untuk orang yang pernah melakukan operasi pada telinganya, memliki riwayat cedera kepala, mengalami infeksi telinga serta sedang berada didalam masa penyembuhan.
  • Riwayat cedera kepala
  • Mengalami labirintitis, yaitu peradangan dan infeksi yang terjadi dibagian telinga dalam, khususnya pada saluran berliku-liku dan penuh dengan cairan. Infeksi inidisebabkan oleh virus dan bakteri, misalnya pada pengidap flu atau pilek
  • Vestibular neuronitis, peradangan pada saraf teling yang terhubungan ke otak tanpa ada gejala.
  • Penyakit Meniere yaitu penyakit langka yang menyerang telinga dalam. Gejalanya meliputi telinga berdenging, dan kehilangan pendengaran dalam kurun waktu tertentu.

Vertigo Central

Vertigro terjadi akibat adanya masalah pada otak yaitu cerebellum atau otak kecil. Berikut ini adalah penyebab yang dapat menyebabkan vertigo central

  • Migrain atau sakit kepala sebelah yang tidak tertahankan
  • Multiple sclerosis yaitu gangguan saraf yang trjadi pada sistem saraf pusat (otak dan tulang belakang) yang diakibatkan oleh kesalahan pada sistem kekebalan tubuh.
  • Neuroma akustik yaitu tumor jinak yang tumbuh pada saraf vertibular (saraf yang menghubungkan telinga dan otak) penyebabnya adalah kelainan genetik
  • Tumor otak byang menyerang cerebellum atau otak kecil
  • Stroke yaitu penyumabatan pembuluh darah, mengkonsumsi beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek samping vertigo

Bahaya Vertigo

Vertigo merupakan sebuah gejala untuk suatu penyakit, sehingga bahaya dari vertigo akan bergantung pada penyakit yang menderitnya, bebepa bahaya serangan vertigo yang dialami penderitanya adalah:

  • Meningkatkan risiko kecelakan saat berkendara
  • Menyebabkan jatuh karena kehilangan keseimbangan
  • Mengganggu pendengaran
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Menjadi tanda penyakit stroke atau masalah lainnya pada otak.

Mendiagnosis Vertigo

Sebelum mendiagnosis vertigo, pada tahap awal dokter akan menanyakan segala hal yang berkaitan dengan vertigo yang dirasakan secara detail, mulai dari senasi vertigo yang dialami seperti melayang, goyang, atau berputar, pemicu timbulnya vertigo, frekuensi kemunculan, durasi, dan lain-lain. Dokter juga akan memeriksa riwayat medis, apakah penderita memiliki migraine, pernah cedera kepala, atau infeksi telinga dalam waktu dekat, serta obat-obatan yang dikonsumsi. Jika diperlukan dokter akan memeriksa yang lain seperti:

  • Tes impuls kepala, pasien akan diminta untuk focus menatap ujung hidung dokter dank kepalanya aknn digerakkan dengan cepat kesatu sis, apabila mata tetap  focus pada ujung hidung, maka negarif bukan vertigo
  • Tes Romberg, pasien akan diminta untuk berdiri dengan kedua kaki dirapatkan, mula-mula matanya terbuka dan dokter akan menyuruh menutup mata selama 20-30 detik, apabila kehilanagan keseimbangan atau terjatuh setelah menutup mata, maka positef vertigo
  • Tes nistagmus, yaitu pasien diminta untuk melakukan maneuver cepat yang bisa memicu vertigo. Saat tes berlangsung pasien akan dipantau menggunaakn alat Electronystagmography (ENG) dan Videonystagmorgraphy (VNG) yang berfungsi merekam gerakan mata menggunakan kacamata khusus.
  • Pemeriksaan pendengaran  menggunakan garpu tala
  • Pemeriksaan penunjang seperti tes darah, tes urin, foto rontgen, CT Scan dan MRI

Pengobatan Vertigo

Vertigo yang disebabkan karena Benign Proxymal Positiona;

Untuk mengatasi vertigo ini dapat dilakukan dengan beberapa manuver sederhana seperti:

Manuver epeley yaitu:

  • Duduklah tegak di pinggir kasur dnegan tungkai tergantung. Putar kepala 45 derajat kekiri, taruh bantal di bawah, jadi ketika berbaring, bantal akan bertumpu diantara bahu dan bukan di bawah kepala anda
  • Sefer berbaring kepala menghadap kasur (tetap dalam sudut 45 derajat) bantal harus berada di bawah bahu, tunggu 30 detik
  • Putar kepala 90 derajat ke kanan tanpa mengangkatnya, tunggu 30 detik
  • Putar kepala dan tubuh dari sisi kiri ke sisi kanan, tunggu 30 detik
  • Perlahan-lahan duduk lagi, tapi tetaplah di kasur selama beberapa menit
  • Ulangi instuksi gerakan dari sisi yang berbeda dan lakukan gerakan ini tiga kali sebelum tidur setiap malamnya, sampai tidak pusing lagi selama 24 jam

Vertigo yang disebabkan oleh penyakit Meniere

Untuk mengobati vertigo ini dapat diatasi dengan:

  • Membatasi konsumsi garam dan diuretic
  • Menghindari kafein, coklat, alkohil dan rokok. Melakukan fisio terapi
  • Melakukan akupuntur dan akupresur
  • Mengkonsusmsi obat tertentu
  • Teraoi rehabilitasi Vestibular (VRT)
  • Operasi

Referensi:

Puti, Ayu Lintang. 2014. Hubungan Trauma Kepala Ringan Sampai Sedang dengan Vertigo di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Yulastri., dkk. 2018. Sistem Monitoring dan pengawasan Berbiaya Rendah Bagi Pasien Berisiko Hilang Keseimbangan. Seminar Nasional Teknologi Informasi, Komunikasi dan Industri (SNTKI-10)

Tinggalkan Komentar di sini