Hati-Hati Kolesterol Tinggi!

0
170

Kolesterol merupakan sebuah zat lunak yang terdapat pada lemak di dalam darah. zat ini pada umumnya diproduksi okeh liver secara alami. Kolesterol ini tergolong penting untuk pembentukan membrann sel, hormon-hormon tertentu, serta vitamin D. kolesterol tidak dapat larut di dalam air, zat ini tidak bisa menyebar di dalam darah dengan sendirinya. Nah, untuk menyebarkan kolesterol di dalam darah, dibuthkan bantuan lipoprotein. Lipoprotein adalah partikel yang terbuat dari lemak protein. Lipoprotein ini membawa kolesterol dan trigliserida menuju ke aliran darah.

Lipoprotein ini terbagi menjadi dua, antara lain low density lipoprotein (LDL) serta High-density lipoprotein (HDL). LDL ini sering disebut sebagai kolesterol jahat, karena menyebarkan kolesterol ke seluruh tubuh. Sedangkan HDL ini dianggap sebagai kolesterol baik karena membantu menghilangkan kadar kolesterol dari aliran darah.

Maka dari itu, kolesterol tinggi merupakan kondisi ketika kadar kolesterol LDL dan HDL cukup tinggi di dalam darah. Jika kadar kolesterol tinggi diakibatkan oleh LDL yang tinggi maka kemungkinan akan semakin berisiko mengalami penyakit jantung atau stroke. Tetapi jika kadar kolesterol tinggi akibat HDLyang tinggi maka hal ini tidak akan menyebabkan kondisi berbahaya. Penderitanya hanya perlu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Selain itu, kadar trigliserida juga harus diperhatikan. Karena, seiring dengan kolesterol, trigliserida juga dapat mempengaruhi kesehatan jantung. Jika kadar kalori dari makanan lebih banyak dari pada yang behasil dibakar, kadar trigliserida dalam darah mungkin meningkat.

Berdasarkan profil penyakit tidak menular (2016) milik Kementerian kesehatan disebutkan bahwa presentasi penderita kolesterol tinggi pada laki-lakai adalah 48% sedangkan pada perempuan 54,3%.  Kemudian, berdasarkan umur sebagian besar penderitanya adalah kelompk umur > 60 tahun yaitu sebesar 58,7 %, kelompok umur 35-59 tahun sebesar 52.9 % sedangkan kelompok umur 15-34 tahun sebesar 39,4%. Selanjutnya presentase pengunjung kolesterol di Indonesia yang paling tinggi berada di Provinsi Papu Basat yaitu 70 %. Hal ini tidak mewakili angka nasional karena hanya berdasarkan pada jumlah yang di periksa.

Kadar normal Kolesterol LDL, HDL, dan Trigliserida

  • Kadar Kolesterol Normal: kurang dari 200 miligram (mg) per sediliter (ds). Batas aman: antara 200 dan 239 mg/dl. Kolesterol tingggi: lebih dari 239 mg/dl
  • Kolesterol LDL normal: dibawah 100 mg/dl, atau 100-129 mg/dl (bagi yang tidak memiliki masalah kesehatan yang lain). Batas wajar:  130-159 mg/dl. Tinggi: 160-189 mg/dl dan lebih dari itu
  • Kolesterol HDL lebih baik tinggi. Di bawah 40 mg/dl berisiko terkena penyakit jantung. Angka 41-59 mg/dl: normal. Angka yang baik: 60 mg/dl atau lebih.
  • Kadar trigliserida normal: 150 mg/dl. Batas wajar: 150-200 mg/dl. Tinggi: melebihi angka 200 mg/dl berisiko mengalami Atherosclerosis. Lebih dari 500 mg/dl bersiko mengalami pankreatitis.

Penyebab Kolesterol Tinggi

  • Low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat menyebarkan keseluruh tubuh dan menumpuk di dinding arteri, membuat arteri keras dan sempit
  • High-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik akan mengangkan zat berlebih dan mengembalikannya ke hati. Zat ini diproduksi secara alami oleh liver, namun adan makanan tertentu dapat meningkatkan kadar HDL.

Selain itu, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kolesterol tinggi diantaranya:

  • Pola makan yang buruk. Terlalu banyak mengonsumsi lemah jenuh yang terdapat pada produk hewani, lemak trans, atau lemak yang ditemukan pada kue kering, daging merah, dan susu kaya lemak.
  • Kurang berolah raga, sehingga berat badan cenderung meningkat. Dengan berolah raga HDL akan meningkat dan mengurangi kadar LDL.
  • Kebiasaan merokok dapat merusak pembuluh darah sehingga mudah terjadi penumpukan lemak dan menurunkan kadar HDL di dalam tubuh.
  • Obesitas itu dihubungkan dengan kadar trigliserida tinggi, kadar LDL yang lebih tinggi, serta kadar HDL yang rendah. Memiliki indeks masa tubuh yang lebih dari 30 dapat meningkatkan resiko mengalami kolesterol tinggi
  • Usia. Semakin usia tua seseorang, liver akan semakin tidak mampu menghilangkan LDL dalam tubuh.
  • Genetik. Perilaku hidup orang tua dapat mempengaruhi anak-anaknya sehingga meningkatkan risiko terkena kolesterol tinggi
  • Diabetes tipe 2. Kadar gula dalam darah juga mempengaruhi LDL atau disebut sebagai Very-low-density lipoprotein (VLDL) dan dapat menurunkan HDL.
  • Gender. Pada wanita sebelum masuk menopause LDL akan lebih banyak di bandingkan dengan pria di usia yang sama. Namun saat menginjak usia 60-65 tahun pria dan wanita sama-sama mengalami peningkatan kadar kolesterol.

Gejala Kolesterol tinggi

Kondisi kolesterol tinggi biasanya tidak menunjukan gejala apapun, maka dari itu tes darah adalah satu-satunya cara untuk mendeteksi kadar kolesterol. Oleh sebab itu, terkadang penderitanya tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Biasanya saat kadar kolesterol tinggi, tubuh akan menyimpan zat yang berlebihan di pembuluh arteri.

Penumpukan zat ini di dalam arteri dikenal sebagai plak. Jika dibiarkan akan menyumbat pembuluh darah arteri dan menyempit. Namun, palk ini dapat terpecah sehingga membentuk gumpalan-gumpalan darah yang menghalangi darah dari arti tersebut. Ketika itu terjadi, arteri tidak dapat mengalirkan darah ke otot jantung sehingga dapat menyebabkan serangan jantung. Saat inilah kebanyakan orang akan mengetahui bahwa dirinya mengidap kolesterol tinggi.

Konsultasikan kepada dokter jika anda merasa ingin melakukan tes untuk memeriksa kadar kolesterol pada tubuh. Untuk tes ini pada remaja yang tidak memiliki risiko penyakit jantung akan dilakukan pada usia 9-11 tahun satu kali.

Tes kedua pada usia 17-19 tahun. Tes ini dilakukan setiap 5 tahun sekali pada anak yang tidak memiliki faktor risiko. Jika hasil tes tidak baik, dokter akan merekomendasikan untuk lebih sering melakukan pengecekan kadar kolesterol.

Komplikasi Kolesterol Tinggi

Apabila kolesterol tinggi tidak ditangani dengan baik,maka akan menyebabkan masalah kesehatan lainnya, diantaranya:

  • Sakit dadah. Hal ini terjadi ketika arteri tidak dapat mensuplai kebutuhan jantung akan darah dan mungkin bermasalah.
  • Serangan jantung. Kondisi ini terjadi ketika penumpukan kolesterol berlebih,tumpukan kolesterol ini berumah menajdi plak, saat plak terpecah pendarahan mungkin terjadi. Pada bagian tubuh yang terdapat plak itu, sehingga dapat menghalangi aliran darah ke jantung. Hal tersebut dapat menyebabkan serangan jantung
  • Stroke terjadi jika ada perdarahan yang mengahalngi aliran darah menuju orak akibat plak atau penumpukan kolesterol pada area tertentu yang menyumbat pembuluh darah.
Konsultasi dengan dokter – ilustrasi

Pengobatan Kolesterol Tinggi

Terdapat beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi kolesterol tinggi diantaranya:

  • Statin menghilangkan zat di dalam liver yang dibutuhkan membentuk kolesterol. Obat ini jug amembantu menyerap kembali kolesterol yang menempal di dinding arteri
  • Bile-acid-binding resins
  • Cholesterol absorption inhibitors
  • Obat-obatan injeksi seperti alirocumab (praluent) evalocumab (repatha)
  • Obat-obatan fibrate
  • Minyak ikan
  • Niacin.

Mencegah Kolesterol Tinggi

  • Terapkan pola hidup sehat dengan mengontrol asupan yang banyak mengandung kolesterol
  • Jaga berat badan ideal untuk mengurangi risiko kolesterol tinggi
  • Kurangi konsumsi alcohol dan hindari merokok

Referensi:

Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Penyakit Tidak Menular. 2017. Profil Penyakit Tidak Menular Tahun 2016. Jakarta: Kementerian Kesehatan R1

Tinggalkan Komentar di sini