Bahaya Penyakit Maag (Dyspepsia) yang Sering Diremehkan

0
77

Sebenarnya dalam dunia medis tidak ada sebuah penyakit Maag. Maag berasal dari istilah yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia yang menyebut suatu keluhan dibagian perut yang berkaitan dengan masalah pencernaan, misalnya saja mual, muntah, kembung, begah dan laninya, sehinnga maknanya semakin kabur.

Dalam istilah medis, maag dikenal dengan dyspepsia. Dypepsia adalah gejala penyakit berupa rasa nyeri dan panas pada lambung yang terjadi akibat sejumlah kondisi. Penyebab umum terjadinya penyakit ini adalah infeksi bakteri Helicobater pylori serta kondisi luka didalam tukak lambung. Menurut Sofro & Anurogo(2013) dalam bukunya menyebutkan bahwa Dispepsia bukanlah suatu penyakit, melainkan merupakan gejala ataupun keluhan yang harus dicari penyebabnya.

Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan Maag antara lain sebagai berikut:

  • Gastoesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam lambung. Yaitu sebuah kondisi saat asam lambung mengalir naik ke kereongkongan. Asam ini mengiritasi dan bahkan merusak kerongkongan
  • Obesitas dapat meningkatkan seseorang mengalami gangguan pencernaan
  • Stress dan kecemasan yang berlebihan juga dapat memicu maag.
  • Irritable Bowel Syndrome: iritasi, usus, kontraksi tidak teratur dari usus berat
  • Tukak lambung, yaitu luka tipis atau lubang yang muncul di dinding perut.
  • Kanker perut

WHO telah memprediksi angka kematian penyakit tidak menular akan meningkat menjadi 73 % dan proporsi kesakitan menjadi 60% diseluruh dunia. Sedangkan menurut SEARO (South East Asian Regional Office) tahun 3030 diprediksi angka kematian dan kesakitan karena penyakit tidak menular akan meningkat menjadi 50% dan 42%. Dispepsia ini termasuk kedalam kategori penyakit yang tidak menular. WHO (World Health Organization) mencatat pada tahun 2007 saja penderita dispesia sudah mencapai 40% dari total populasi setiap tahun dan akan terus meningkat setiap tahunnya. Maka dari itu, sebaiknya jangan pernah meremehkan dyspepsia.

Di Indonesia sendiri penyakit Maag yang umum terjadi. Lebih dari 150 ribu kasus pertahun terjadi di Indonesia. Penyakit maag ini juga populer dikalangan para pekerja di Indonesia. Kesibukkan dalam menjalani pekerjaan membuat para pekerja tidak menjaga pola makannya. Seringkali demi mengejar jam kantor, para pekerja akan melupakan sarapan sehingga biasanya gejala penyakit maag akan muncul. Lebih parahnya lagi, apabila penyakit ini dianggap sudah wajar dan menjadi keseharian pekerja. Obat maag pun menjadi teman setia yang tidak boleh ketinggalan.

Penyebab Penyakit Maag atau Dispepsia

Dyspepsia atau sering dipahami sebagai penyakit maag dapat disebabkan oleh banyak hal, terutama diakibatkan oleh gaya hidup yang kurang sehat serta, makanan dan minum yang di konsumsi, atau efek samping obat-oabatan tertentu. tentu saja hal ini akan semakin beresiko apabila seseorang :

  1. Merokok
  2. Minum alcohol
  3. Makan terlalu banyak dan terlalu cepat
  4. Sering mengkonsumsi makanan pedas dan berlemak
  5. Sering minum soda atau minuman yang berkafein
  6. Stress dan kelelehan

Mengkonsumsi obat-obatan seperti: Aspirin dan kelompok penghilang rasa sakit yang disebut NSAID (obat non-steroid anti-inflamasi), obat yang mengandung nitrat, seperti obat hipertensi, Estrogen dan pil KB, obat steroid, obat tiroid, beberapa antibiotic

Gejala Yang Mengindikasikan

Biasanya penyakit maag ini tidak memiliki gejala yang khusus, namun biasanya para penderita akan mengalami beberapa gejala seperti:

  • Rasa nyeri pada daerah perut atau perut atas.
  • Bersendawa
  • Gangguan pencernaan
  • Mual dan muntah
  • Heartbun (senasi perih dan panas pada dada)
  • Gejala umumnya: Kehilangan nafsu umum
  • Nyeri ulu hati
  • Sulit menelan
  • Berat badan turun tanpa sebab.

Sebenarnya, sebagian besar rasa sakit maag biasanya ringan dan dapat diatasai sendiri tanpa perlu berkonsultasi ke dokter. Namun, segera temui deokter apabila rasa sakit terjadi terus menerus dan tak kunjung sembuh. Pada usia 55 tahun keatas, dianjurkan untuk segera menemui dokter apabila gejala-gejala diatas muncul. Terlebih lagi, gejala akan semakin memburuk apabila disertai dengan stress.

Sebaiknya, penyakit maag ini jangan diremehkan. Apabila gejala-gejala dyspepsia sering muncul dan rasa sakitnya semakin bertambah, maka segeralah periksa ke dokter. Karena, apabila tidak ditangani penyakit dyspepsia ini akan menimbulkan komplikasi serius, diantaranya: Ulkus peptikum

  1. Pendarahan saluran cerna bagian atas
  2. Perforasi lambung
  3. Anemia
  4. Inflames faring dan laring
  5. Aspirasi paru
  6. Kanker esophagus

Terkadang juga, penyakit ini dapat menjadi suatu tanda dari penyakit pencernaan lainnya seperti gastritis, penyakit celiac, batu empedu, pankreatis, serta keganasan lambung. Jadi, jangan pernah meremehkan penyakit ini.

Mendiagnosis Dispepsia

Penyakit Maag ini tidak akan bisa diketahui hanya berdasarkan gejala-gejala yang muncul, sehingga jika ingin memastikan kondisi kesehatan anda, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter sejak pertama kali gejala muncul, agar dapat menghindari komplikasi yang lebih serius.

Dalam mendiagnosis dispepsia, pertama kali dokter akan melakukan wawancara medis seputar gejala yang dirasakan hingga riwayat kesehatan pasien. Setelah itu akan dilakukan pemeriksaan fisik penunjang diantaranya:

  • Laboratorium darah
  • Pemeriksaan napas
  • Pemeriksaan feses
  • Ultrasonik abdomen
  • Endoskopi
  • Pemeriksaan pencitraan (X-ray atau CT-scan)

Penanganan dan Pengobatan Dispepsia.

Biasanya, dispepsia ataupun penyakit maag dapat dilakukan secara primer dan sekunder. Secara primer, dispepsia dapat ditangani dengan memodifikasi gaya hidup seperti:

  • Membatasi konsumsi makanan yang menyebabkan terjadinya dispepsia.
  • Makan dengan porsi kecil, tetapi sering dan dianjurkan untuk makan 5-6 kali sehari.
  • Membatasi atau berhenti mengkonsumsi kafein dan alcohol
  • Menghindari penggunaan atau mengkonsumsi anti nyeri seperti Aspirin dan Ibuprofen. Penggunaan anti nyeri ini dapat diganti dengan mengkonsumsi anti nyeri yang lebih aman bagi lambung seperti parasetamol
  • Mengontrol stress dan rasa cemas. Bagi seorang karyawan, stress tidak dapat dihindari. Tekanan pekerjaan yang berat membauat karyawan akan merasa cepat stess, maka dari itu perlu adanya pengelolaan stress setiap harinya.

Selain penanganan sekunder, dispepsia yang sudah menimbulkan rasa nyeri yang amat hebat, maka mungkin dokter akan memberikan obat-obatan penyakit maag sebagai penahan rasa nyeri tersebut, diantarnya adalah:

  1. Antasida
  2. Proton Pump Inhibitors (PPI). Obat golongan ini dapat mengurangi produksi asam lambung
  3. H-2 Reseptor antagonist (H2RAs) untuk mengurangi produksi asam lambung.
  4. Prokinetik yang dapat membantu proses pengosongan lambung
  5. Pemberian antibiotik dilakukan jika dispepsia disebkan oleh infeksi.
  6. Anti-Depresant atau anti-anxiety dapat digunakan untuk menghilangkan rasa tidak nyaman akibat dispepsia dengan menurunkan sesnasi nyeri yang dialami.

Pencegahan Dispepsia

Sebelum dispepsia menderita anda, maka sebaiknya anda perlu melakukan pencegahan dengan memodifikasi gaya hidup seperti berikut:

  • Makan dengan porsi kecil, tetapi sering. Makanan harus dikungah perlahan sebelum ditelan. Bagi karyawan yang memiliki jadwal yang padat, di sarankan untuk tidak
  • melewatkan menyantap sarapan pagi, walaupun sedikit.
  • Menghindari penyebab dispepsia atau penyakit maag, seperti makanan pedas dan berlemak atau minuman bersoda, alcohol, atau minuman yang mengandung kafein.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal
  • Olahraga secara teratur
  • Mengatasi rasa stress dan cemas.

Mengganti obat-obatan yang dapat mengiritasi lambung. Jika memang tidak ada, maka pastikan bahwa mengkonsumsi obat setelah makan (tidak dalam keadaan perut kosong)

Tinggalkan Komentar di sini