Demam Chikungunya

0
65

Demam chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Chikungunya yang menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Demam dan nyeri sendi merupakan gejala chikungunya yang paling umum. Gejala lain mungkin juga muncul termasuk sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan sendi, atau ruam. Wabah chikungunya pernah terjadi di negara-negara di Afrika, Asia, Eropa, dan Samudra Hindia dan Pasifik. Pada akhir 2013, virus chikungunya ditemukan untuk pertama kalinya di Amerika di pulau – pulau di Karibia. Diperkirakan virus menyebar ke daerah baru dibawa oleh pelancong yang terinfeksi.

Sampai saat ini belum ditemukan vaksin maupun obat untuk mencegah atau mengobati infeksi virus chikungunya. Wisatawan dapat berusaha melindungi diri dengan mencegah gigitan nyamuk. Menggunakan obat nyamuk, baju lengan panjang dan celana panjang, tinggal di tempat-tempat ber-AC atau yang menggunakan kawat nyamuk pada jendela dan pintu, dapat dilakukan terutama saat bepergian ke negara-negara dengan virus chikungunya,.

Penularan

Nyamuk Aedes yang dapat ditemukan pada sebagian besar negara di dunia, dianggap pembawa penyakit terbesar, yang telah menularkan virus chikungunya kepada orang-orang. Nyamuk menjadi terinfeksi ketika mereka memakan darah orang yang sudah terinfeksi virus. Nyamuk yang terinfeksi kemudian dapat menyebarkan virus ke orang lain melalui gigitannya.

Virus Chikungunya paling sering menyebar ke manusia melalui jenis nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Mereka adalah jenis nyamuk yang sama yang menularkan virus dengue.

Virus chikungunya jarang ditularkan dari ibu ke bayinya yang baru lahir pada saat kelahiran. Sampai saat ini, tidak ada bayi yang ditemukan terinfeksi virus chikungunya melalui menyusui. Memperhatikan dari manfaat menyusui, para ibu didorong untuk menyusui bahkan di daerah di mana virus chikungunya beredar.

Selain itu, secara teori, virus dapat menyebar melalui transfusi darah, namun sampai dengan saat ini, tidak ada laporan yang diketahui tentang terjadinya hal ini.

Pencegahan

Cara paling efektif untuk mencegah infeksi dari virus chikungunya adalah dengan mencegah gigitan nyamuk. Nyamuk dapat menggigit pada siang maupun pada malam hari. Untuk mencegahnya dapat dilakukan dengan penggunaan obat nyamuk, mengenakan baju dan celana lengan panjang, maupun langkah-langkah lain untuk mengendalikan nyamuk di dalam dan di luar ruangan.

Kiat untuk mencegah gigitan nyamuk pada bayi dan anak-anak, antara lain,

  • Dandani anak Anda dengan pakaian yang menutupi lengan dan kaki.
  • Tutupi kereta bayi dan gendongan bayi dengan kelambu.
  • Gunakan penolak nyamuk.

Saat menggunakan obat penolak nyamuk pada anak Anda, perhatikan hal berikut :

  • Selalu ikuti instruksi label.
  • Jangan menggunakan produk yang mengandung minyak lemon eucalyptus (OLE) atau para-menthane-diol (PMD) pada anak di bawah 3 tahun.
  • Jangan mengoleskan obat anti serangga ke tangan, mata, mulut, luka, atau kulit anak yang teriritasi.

Untuk mencegah gigitan nyamuk Anda juga dapat menggunakan permethrin pada pakaian dan perlengkapan Anda, seperti sepatu bot, celana, kaus kaki, dan tenda. Atau Anda dapat membeli pakaian dan perlengkapan yang mengandung permethrin. Permethrin adalah insektisida yang dapat membunuh atau mengusir nyamuk. Pakaian yang diberi permetrin memberikan perlindungan setelah beberapa kali pencucian. Baca informasi produk untuk mengetahui berapa lama perlindungan akan bertahan, dan jangan menggunakan produk permethrin langsung pada kulit.

Ambil langkah-langkah untuk mengendalikan nyamuk di dalam ruangan dan di luar ruangan dengan cara :

  • Gunakan kawat nyamuk di jendela dan pintu. Memperbaiki lubang di kawat nyamuk agar nyamuk tidak masuk.
  • Gunakan pendingin udara, jika tersedia.
  • Hentikan perkembangbiakan nyamuk dengan cara kosongkan, balikkan, tutupi, atau buang benda-benda yang menahan air, seperti ban, ember, mainan, kolam, pot bunga, atau tempat sampah, setidaknya seminggu sekali.

Untuk mencegah gigitan nyamuk saat bepergian, Anda dapat melakukan antara lain :

  • Pilih hotel atau penginapan dengan AC atau layar di jendela dan pintu.
  • Tidur di bawah kelambu jika Anda berada di luar atau di ruangan yang tidak memiliki layar.
  • Beli kelambu yang cukup panjang untuk diselipkan di bawah kasur. Kelambu yang diberi permetrin memberikan perlindungan lebih dari pada kelambu yang tidak dirawat. Jangan mencuci kelambu atau membiarkannya terkena sinar matahari. Ini akan memecah insektisida lebih cepat.

Gejala Chikungunya

Kebanyakan orang yang terinfeksi virus chikungunya akan mengalami beberapa gejala, yang biasanya dimulai antara 3-7 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. Selain mengalami demam dan nyeri sendi, gejala seperti sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan sendi, atau ruam juga dapat muncul. Walaupun tidak berakibat fatal, jika tidak dirawat, gejala yang muncul dapat menjadi lebih parah dan tidak jarang melumpuhkan penderitanya.

Sebagian besar pasien merasa lebih baik dalam waktu seminggu. Pada beberapa orang, nyeri sendi dapat berlangsung selama berbulan-bulan.

Pada orang-orang tertentu, chikungunya berisiko untuk menimbulkan penyakit yang lebih parah. Diantaranya termasuk bayi baru lahir yang terinfeksi sekitar waktu kelahiran, orang berusia lanjut (berumur ≥65 tahun), dan orang-orang dengan kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung.

Setelah seseorang terinfeksi, ada kemungkinan akan mendapatkan kekebalan dari infeksi di masa depan.

Diagnosa

Gejala chikungunya mirip dengan demam berdarah dan infeksi virus Zika, penyakit yang disebarkan oleh nyamuk yang sama, yang menularkan chikungunya.

Temui penyedia layanan kesehatan Anda jika Anda mengembangkan gejala yang dijelaskan di atas dan telah mengunjungi daerah di mana chikungunya ditemukan. Jika Anda baru saja bepergian, beri tahu penyedia layanan kesehatan Anda kapan dan di mana Anda bepergian. Penyedia layanan kesehatan Anda dapat melakukan tes darah untuk mencari chikungunya atau virus serupa lainnya seperti demam berdarah dan Zika.

Pengujian Diagnostik

Pengujian diagnostik tersedia melalui beberapa laboratorium komersial, departemen kesehatan di banyak negara, dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Hubungi departemen kesehatan setempat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan untuk memfasilitasi pengujian.

Diagnosis laboratorium umumnya dilakukan dengan menguji serum atau plasma untuk mendeteksi virus, asam nukleat virus, atau imunoglobulin (Ig) M spesifik virus dan antibodi penawar. Kultur virus dapat mendeteksi virus dalam 3 hari pertama sakit. Namun, virus chikungunya harus ditangani dalam kondisi biosafety level (BSL) 3. Selama 8 hari pertama sakit, viral load chikungunya sering dapat diidentifikasi dalam serum. Antibodi virus chikungunya biasanya berkembang menjelang akhir minggu pertama penyakit. Oleh karena itu, untuk mengesampingkan diagnosis secara pasti, sampel fase-pemulihan harus diperoleh dari pasien yang sampel fase akutnya negatif.

Pengobatan Chikungunya

Virus chikungunya sampai saat ini belum ditemukan obat maupun vaksin untuk mencegahnya. Sementara ini pengobatan ditujukan hanya untuk mengobati gejalanya, biasanya dilakukan dengan cara :

  • Beristirahatlah yang banyak.
  • Minumlah cairan untuk mencegah dehidrasi.
  • Menggunakan acetaminophen atau parasetamol untuk mengurangi demam dan rasa sakit yang dialami.
  • Untuk mengurangi resiko pendarahan, biasanya tidak dianjurkan untuk menggunakan aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid lainnya (OAINS). Kecuali sudah dapat dipastikan terbebas dari demam berdarah.

Bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan obat tambahan atau jika Anda minum obat untuk kondisi medis lain

Cegah nyamuk untuk menggigit Anda, terutama pada minggu pertama penyakit chikungunya terdeteksi. Karena selama minggu pertama infeksi, virus chikungunya dapat ditemukan dalam darah dan ditularkan dari orang yang terinfeksi ke nyamuk melalui gigitan nyamuk. Sehingga nyamuk yang terinfeksi kemudian dapat menyebarkan virus ke orang lain.

https://www.cdc.gov/chikungunya/

Tinggalkan Komentar di sini