Materi Safety Talks Identifikasi Bahaya Risiko

1
252

Rekan-rekan sekalian, selama bekerja pasti ada saja bahaya yang kita hadapi.  Baik itu bahaya yang risikonya kecil hingga bahaya yang risikonya sangat fatal yang bisa menyebabkan kematian.  Untuk itu, pada materi safety talks kali ini akan membahas tentang proses identifikasi bahaya risiko.

Identifikasi bahaya risiko harus dilakukan pada setiap proses pekerjaan yang dilakukan.  Walaupun berada di perusahaan yang sama, bisa jadi setiap proses yang dilakukan memiliki bahaya yang berbeda-beda.  Misalnya, bahaya pada pekerja yang melakukan aktivitas gerinda akan berbeda dengan pekerja yang melakukan aktivitas pengelasan.  Oleh karena itu, penting untuk melakukan identifikasi bahaya risiko ini.  Masing-masing pekerja harus tahu betul, bahaya yang mereka hadapi saat melakukan pekerjaan itu sehingga akan senantiasa waspada selama bekerja.

Ketika anda telah mengetahui bahaya-bahaya tersebut, bukan serta merta pengendaliannya adalah dengan menggunakan APD.  Seharusnya APD ditempatkan pada prioritas terakhir, ketika beberapa cara-cara pengendalian tidak dapat anda lakukan.  Pengendalian bahaya tersebut biasa dikenal juga dengan konsep Hirarki pengendalian bahaya. 

Baca juga materi safety talk lainnya

Tahap pertama yang perlu anda lakukan adalah mengeleminasi bahaya tersebut.  Namun, jika anda tidak dapat mengeleminasi bahaya tersebut.  Maka coba untuk menggantinya, baik itu materialnya/ metode kerjanya atau mesinnya.  Jika belum berhasil juga, maka coba untuk melakukan rekayasa teknik atau modifikasi terhadap peralatan tersebut.  Misalnya, memasang penjagaan/ cover, atau pembuatan ventilasi dan hal-hal lainnya sesuai dengan jenis bahaya yang di hadapi.

Langkah selanjutnya bisa dibuatkan kontrol administratif misalnya membuat aturan keselamatan, rambu-rambu keselamatan, kontrol akses, izin kerja, dan hal-hal yang sifatnya prosedural.  Nah, pengendalian yang terakhir dengan penggunaan APD  yang sesuai dengan jenis bahaya yang dihadapi. Misalnya menggunakan alat pelindung mata dll.

Dari gambar diatas dapat dipahami, bahwa semakin keatas maka menunjukkan langkah pengendalian yang efektive.  Jadi, alangkah baiknya kita semua jangan pernah puas ketika setiap bahaya diselesaikan dengan menggunakan APD saja.

1 COMMENT

Tinggalkan Komentar di sini