Data Kasus Kecelakaan Kerja di Indonesia

7276

Tahukah kamu bahwa ada 12 kasus kecelakaan kerja dalam tiap jamnya di Indonesia. Hal ini jika jumlah kasus per tahun tersebut kita bagi per hari per jam. Bukan angka yang sedikit, dan menandakan masih minimnya perhatian kita dalam implementasi keselamatan dan kesehatan kerja. Pada tahun 2007, kasus kecelakaan kerja di Indonesia sempat mengalami penurunan. Namun kemudian stabil mendekati angka 100.000 kasus kecelakaan kerja per tahunnya. Pada tahun 2017, kemudian angka kecelakaan kerja ini mengalami peningkatan yang signifikan hingga angka 123.000 kasus kecelakaan kerja.

Jumlah Kasus Kecelakaan Kerja th 2001-2017
Grafik Kasus Kecelakaan Kerja th 2001-2017
(Sumber: BPJS TK dalam ISafety Magazine periode Desember 2018)

Data Kasus Kecelakaan Kerja di Indonesia

Dari data kasus kecelakaan kerja, kemudian ada yang dinyatakan meninggal, cacat total, cacat sebagian, cacat fungsi dan dinyatakan sembuh setelah mendapatkan perawatan medis. Untuk tahun 2018, data sementara yang didapat hingga triwulan 1 tahun 2018 kecelakaan kerja yang terlapor ada 5.318 kasus kecelakaan kerja dengan korban meninggal dunia sebanyak 87 pekerja, 52 pekerja cacat dan 1.,1361 pekerja lainnya dinyatakan sembuh setelah mendapatkan perawatan medis.

Evaluasi Program K3

Setiap pihak perlu kiranya instropeksi diri terkait usaha yang dilakukan. Sudah sejauh mana program-program K3 ini menjadi prioritas dalam pelaksanaanya. Apakah program-program K3 hanya dijalankan saat pelaksanaan bulan K3 saja? Ini yang perlu kita kaji lebih dalam. Selain itu, kita juga perlu memikirkan terkait dengan data-data Penyakit Akibat Kerja (PAK) yang masih sangat minim diketahui.

Perlu kiranya kita mengevaluasi terkait dengan implementasi program K3 yang berjalan di tempat kerja kita masing-masing. Apakah program-program tersebut hanya sebatas lembaran-lembaran prosedur, instruksi kerja guna memenuhi proser audit sertifikasi? Atau apakah saat terjadi kecelakaan kerja, kita sudah melakukan proses investigas hingga akar masalah dan tidak semerta-merta menyalahkan personel yang mengalami kecelakaan kerja? atau hal lainnya yang perlu kita lakukan dengan maksimal hingga mendapatkan akar masalah. Lalu apakah akar masalah yang sudah kita dapatkan tersebut ditindak lanjuti agar kejadian serupa tidak terulang? atau memang manajemen yang masih belum sepenuhnya berkomitmen dalam penerapan K3.

Ada juga top managemen cenderung sering merasa sulit untuk memahami pentingnya investasi dalam keselamatan – jika tidak ada kecelakaan serius untuk jangka waktu tertentu atau jika biaya modal harus dipulihkan. Jika semuanya tampak berfungsi, maka tidak ada kegagalan. Lalu, mengapa harus berinvestasi untuk mencegahnya? Orang-orang berasumsi bahwa ketaatan pada prosedur merupakan suatu hal yang dapat mencegah kecelakaan.  Namun, pada faktanya dilapangan seringkali prosedur-prosedur yang ada itu dibuat tidak melibatkan tim keselamatan kerja di tempat kerja dan fokusnya cenderung kepada productivity saja.  Pembuatan prosedur-prosedur kerja diserahkan kepada departemen terkait, padahal pada kenyataannya banyak supervisor atau manager di departemen terkait yang belum memahami sepenuhnya dalam pembuatan prosedur kerja yang juga memperhatikan aspek keselamatan kerja.

Tinggalkan Komentar di sini