Opini

Manajemen Keselamatan Kebakaran Ruko

Ida Ayu Indira Dwika – Limbah Pilkada

Kebakaran merupakan suatu peristiwa yang sering terjadi, kebakaran dapat dikakatan sebagai suatu bencana. Kebakaran dapat disebabkan oleh alam, manusia dan/atau keduanya yang akhirnya akan mengakibatkan korban jiwa, menimbulkan kerugian berdampak pada kerusakan lingkungan, kerusakan sarana dan prasana, fasilitas umum serta dapat juga menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan dan penghidupan masyarakat. Dalam jurnal economic cost of fire mengatakan bahwa kerugian material yang diakibatkan oleh peristiwa kebakaran di beberapa negara rata-rata per tahun hamper mencapai 1% dari Gross National Product (GNP) negara tersebut.  Sehingga penting kiranya memikirkan manajemen keselamatan kebakaran ini dari sekarang.

Menurut catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, kasus kebakaran tertinggi menimpa bangunan perumahan kemudian disusul dengan bangunan umum. Dugaan Kebakaran yang paling tinggi disebabkan oleh hubungan arus listrik pendek, puntung rokok, kompor sebanyak. Kasus kebakaran tertinggi yang terjadi pada bangunan umum dan perdagangan, peringkat kedua terbanyak menyusul kasus kebakaran yang terjadi di pemukiman warga , kemudian disusul kasus kebakaran yang terjadi di pada bangunan industri. Berdasarkan data yang diperoleh catatan bahwa terdapat korban jiwa pada beberapa kebakaran yang menimpa bangunan umum dan perdaganan, selain itu juga terdapat korban luka luka, taksiran kerugian materiil tertinggi mencapai Rp2.660.811.650,00.

Seiring dengan meningkatnya ukuran dan kompleksitas bangunan, rumah toko yang selanjutnya disebut ruko merupakan sebuah bangunan yang berfungsi sebagai rumah (tempat tinggal) dan tempat usaha (bangunan public). Bangunan ruko yang pada awalnya digunakan sebagai rumah toko, kini berkembang dan dianggap dapat mengakomodir bermacam-macam kegunaan (multifunction). Kini ruko selain digunakan sebagai rumah toko, digunakan juga sebagai kantor, salon, apotek, restoran, bengkel, mini market retail, bahkan institusi pendidikan,dll. Dengan berbagai kegunaan ganda tersebut sebuah ruko sangat mungkin mempunyai risiko kebakaran yang jauh lebih tinggi jika dilihat dari fungsi bangunan tersebut.

MENGAPA DEMIKIAN??

Berdasarkan data Penelitian Toxicity of fire smoke,Critical reviews in toxicology, menyebutkan 67% kematian pada kebakaran di dalam bangunan rumah toko adalah akibat asap. Asap yang tebal dan hitam, mengaburkan pandangan, menyebabkan penghuni kesulitan bernafas serta kepekatan asap dapat memblokir rute dari jalur evakuasi penghuni. Asap akan melewati setiap lubang atau celah celah di dinding, langit langit dan lantai dan menjadi bagian bagian lain dari bangunan. Tingginya risiko kematian akibat asap ini yang menyebabkan korban meninggal dari suatu peristiwa kebakaran suatu bangunan, adalah karena korban yang terjebak dalam ruangan tidak sempat untuk menyelamatkan diri akibat oleh akumulasi asap pekat yang dihasilkan oleh proses pembakaran disebakan oleh temperature gas yang tinggi serta gas berbahaya dan bearcun yang terkaandung dalam asap seperti gas CO, CO2, serta gas beracun lainnya.

Manajemen keselamatan kebakaran dapat dilakukan dengan upaya untuk mengurangi resiko kebakaran pada ruko, dapat diminimalisir dengan system smoke extract fan yang dipasang pada bangunan ruko. Sistem smoke extract fan menjadi sangat penting sebagai kunci saat terjadi kebakaran untuk mengeluarkan asap serta mengatur kestabilan oksigen sehingga dapat memberikan waktu yang cukup bagi penghuni untuk melakukan evakuasi. Kemudian dari segi evakuasi yang menjadi salah satu kekurangan pada kebanyakan ruko ruko yaitu penggunaan teralis besi yang terpasang mati untuk jendela. Teralis besi seharusnya diupayakan dari jenis yang mudah dibuka dari dalam bangunan, selain itu juga penggunaan balkon pada tiap-tiap lantai dengan pintu keluar alternative dapat memungkinkan penghuni untuk perlindungan sementara. Penghuni juga dapat mengupayakan penambahan penyediaan emergency escape portable seperti chute portable pada area balkon atau jendela untuk dipergunakan sebagai alat tangga darurat di luar bangunan. Emergency escape rope yang sesuai dengan tipe kawasan ruko ini adalah yang dapat menghubungkan jalan keluar tiap lantai di luar banguan, sehingga penghuni dapat dengan mudah mengakses titik kumpul yang berada hanya di halaman depan kawasan ruko. Satu hal yang tidak boleh dilupakan juga bagi penghuni yaitu merapikan serta membersihkan koridor akses keluar dari benda mudah terbakar.

Dengan adanya kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran pengembang serta penghuni ruko akan pentingnya keamanan dari bahaya kebakaran di dalam bangunan ruko maka pengendalian yang tepat terkait kejadian kebakaran pada bangunan ruko. Evaluasi terhadap implementasi manajemen keselamatan kebakaran bangunan ruko perlu dilakukan, hasil evaluasi ini nantinya menjadi masukan dalam perbaikan serta tindakan antisipasi dapat direncanakan dan diterapkan. Adanya evaluasi akan memberikan gambaran mengenai proses kebakaran, pertumbuhan api serta sebaran asap yang terjadi akibat kebakaran, gas-gas beracun dalam asap yang terbentuk akibat proses pembakaran juga akan dapat diketahui apabila material bahan bakarnya yang terbakar teridentifikasi.

Tags : kebakaran
Ida Ayu Indira Dwika Lestari

The author Ida Ayu Indira Dwika Lestari

Mahasiswa Progam Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Bidang Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Tinggalkan Komentar di sini