Opini

Menengok Polemik dalam Penanganan Kali Item

Bukan bermaksud bicara politik. Hanya mencegah jangan sampai ada Ahli K3 atau Ahli Lingkungan di perusahaan (HSE) yg ikut-ikutan pasang waring di IPALnya untuk mencegah bau. Penguapan TIDAK mempengaruhi penyebab bau.

Pada Dasarnya Penguapan merupakan perubahan fase liquid menjadi gas, dan hal tersebut sebetulnya tidak ada hubungannya dengan proses biokimia yg menyebabkan bau. Bau terjadi karena biodegrasi sungai yang seharunya aerob (dilakukan bakteri yg membutuhkan O2 utk digestionnya) BERUBAH menjadi anaerob (dilakukan bakteri yg mampu melakukan digestion tanpa O2). Ini terjadi karena kondisi sungai/kali/badan air sudah rusak, terlalu banyak polutan BOD (Biochemical Oxygen Demand) hingga O2 dari difusi alami dalam badan air kurang banyak untuk aerob digestion.

Jadi jelas yang menyebabkan kali item itu bau dan berwarna hitam dikarenakan kandungan organik dan sulfur yang tinggi merupakan biang keladi kenapa air Kali Item berwarna hitam dan memiliki bau yang menyengat seperti telur busuk.

Kali Item Sumber : Merdeka.com
Kali Item Sumber : Merdeka.com

Yang menyebabkan kali bau itu adalah senyawa Hidrogen DiSulfida (H2S) hasil biodegradasi anaerob. Perlu diketahui H2S adalah rumus kimia dari gas Hidrogen Sulfida yang terbentuk dari 2 unsur Hidrogen dan 1 unsur Sulfur. Gas H2S disebut juga gas telur busuk, gas asam, asam belerang atau uap bau. diameter H2S itu 4-5°A. Sebagai bayangan, 1cm = 100.000.000 °A.

Jika dihitung Berapa kira2 lebar lobang jaring yg dipakai menutupi kali? Ambillah sekitar 0,5-1cm. Nah, molekul H2S yg diamaternya cuma 0.000000004cm kira2 lolos gak melewati kisi2 jaring yg diameternya 0,5-1cm? lolos dengan leluasa

Sama aja nanya, cancer bisa disembuhkan secara instant gak?

Alam itu bukan mesin yg tinggal ganti spare part lalu selesai. Ada proses biokimia didalamnya yg perlu waktu utk memperbaiki dirinya. Bisa dengan aerasi, tapi muahall!! Sangat tidak dianjurkan. Bagiamana mungkin sungai diaerasi? Sungai Jakarta itu 100% tercemar dan 70% nya tercemar sedang hingga berat.

Sebetulnya perlu dilakukan survey untuk memetakan kegiatan / bagunan apa saja yang dilewati oleh aliran Kali Item, sehingga dapat dilakukan penanggulangan yang efektif dalam mengatasi masalah Kali Item. Anggaplah yang dilewati aliran sungai adalah perumahan warga dan aktifitas perkantoran. Maka kita bisa simpulkan bahwa badan air sudah tidak dapat menampung beban polutan dari kegitan perkantoran dan rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan perkantoran dan rumah tangga di sekitar Kali Item Sudah sangat tidak baik jika membuang limbah domestic langsung ke badan sungai. Apalagi kita mengetahui bahwa pemukiman dijakarta sudah padat.

Cara yg benar yaitu dengan mengurangi polutan yg masuk dengan membuat Instalasi Pengelolahan Air Limbah domestik. Jadi saran dan rekomendasi yang terbaik adalah setiap rumah atau perkantoran untuk merencanakan, melakukan dan pembuatan IPAL Domestik sehingga rumah atau perkantoran tidak langsung membuat saluran ke sungai. Ini standard manajemen sanitasi seluruh perkotaan di dunia. Sayangnya di Indonesia baru dimulai thn 2017 sebagai bagian Proyek Strategis Nasional National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Adapun ingin menaggapi pemberitaan media baru-baru ini mengenai Kali sentiong akhirnya di semprot pewangi, Saya curiga, perangkat-perangkat dinas tidak diajak diskusi hingga berkali-kali terjadi kesalahan. Contohnya berita ini.  Ada dua kemungkinan dari kehebohan “pewangi” ini :

  1. Pejabat Dinas SDA Tidak diajak diskusi, sehingga dia bisa saja tidak tau proses cairan yg disebar.
  2. Yang diangkat sebagai pejabat atau yang diwawancara bukan orang kompeten di bidangnya sehingga menjawab pertanyaan wartawan bahwa yg disebar ke sungai adalah pewangi, padahal jamur Omphalina sp.
Muhammad Agus Ainur Rosyid

The author Muhammad Agus Ainur Rosyid

Alumni Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat - Universitas Indonesia

Tinggalkan Komentar di sini