Health

Manfaat Madu dan Khasiatnya sebagai Alternatif untuk Hidup Lebih Sehat

Manfaat Madu

Madu merupakan suatu cairan pemanis alami berwarna coklat kekuningan yang dihasilkan oleh lebah. Manusia telah mengonsumsi madu 8000 tahun yang lalu seperti yang tergambar dari lukisan zaman batu yang ditemukan di Valencia, Spanyol. Selain itu, madu digunakan selama berabad-abad sebagai pengobatan tradisional. Sejumlah penelitian klinis dan uji laboratorium menunjukkan bahwa manfaat madu juga dapat digunakan untuk pengobatan modern. Hal ini disebabkan karena madu memiliki pengaruh zat penghambat terhadap sekitar 60 jenis bakteri, beberapa jenis virus dan jamur.

Komposisi utama madu terdiri dari air dan gula yang berupa fruktosa (32,56% sampai 38,2%) dan glukosa (28,54% sampai 31,3 %) yang mewakili 85-95% jumlah gula yang siap diserap oleh saluran pencernaan manusia. Gula lain meliputi disakarida dan 5% frukto oligosakarida (FOS),  yang mana FOS ini merupakan agen prebiotik. Disamping komposisi tersebut, madu mengandung asam amino, vitamin, mineral, dan enzim.

Madu memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan manusia. Sebagai pengobatan tradisional, madu telah digunakan oleh masyarakat Mesir, Cina, Yunani dan Romawi kuno untuk menyembuhkan luka dan mengobati penyakit perut. Adapun bagi masyarakat Indian, madu berkhasiat untuk membantu orang-orang yang mempunyai pencernaan yang lemah serta bermanfaat untuk mengobati batuk.

Kandungan nutrisi yang terdapat pada madu murni sangat berguna bagi tubuh. Bakteri-bakteri baik yang berada pada saluran pencernaan manusia diantaranya seperti Bifidobakteria dan Lactobacilli dapat meningkatkan kesehatan sistem pencernaan manusia. Konsumsi madu yang mengandung FOS sebagai prebiotik alami mampu meningkatkan jumlah bakteri-bakteri baik tersebut sehingga dapat memberikan efek positif bagi kesehatan manusia. Lebih lanjut, madu juga memiliki kemampuan untuk memperlambat pengosongan lambung manusia sehingga madu kerap digunakan sebagai alternatif pencegahan dan pengobatan penyakit maag.

Khasiat lainnya dari madu adalah sebagai pemanis alami yang mana dalam satu sendok teh madu murni terkandung 17 gram karbohidrat dengan kadar indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan pemanis buatan. Selain itu, konsumsi madu pada penderita diabetes mellitus tipe 1 dan 2 dapat menurunkan kadar indeks glikemik. Konsumsi madu juga mampu merangsang sekresi insulin, menurunkan kadar gula darah, meningkatkan konsentrasi hemoglobin, dan profil lipid.

Antioksidan yang terkandung dalam madu dapat menangkal radikal bebas dan mencegah berbagai gangguan kesehatan yang disebabkan oleh radikal bebas seperti gangguan pada sel-sel tubuh dan penuaan dini. Madu yang berwarna semakin gelap menunjukkan bahwa semakin banyak kandungan antioksidan di dalamnya.

Madu secara efektif dapat menyembuhkan luka karena madu mengandung efek antibakteri dan antiseptik berkat adanya kandungan hidrogen peroksida. Adapun pH madu yang bersifat asam (antara 3,2-4,5) mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Disamping itu, manfaat madu lainnya adalah untuk menyamarkan bekas luka, menstimulasi pertumbuhan lapisan kulit yang mengalami kerusakan, memiliki efek anti radang dan meningkatkan kolagen yang sangat baik untuk membantu perbaikan kulit, serta mencegah bekas luka dan keloid. Dengan demikian, tidak heran jika madu digunakan untuk mengatasi kulit kering serta bibir yang pecah-pecah.

Khasiat yang tidak kalah penting dari madu yaitu memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolestrol jahat (LDL), meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), dan meningkatkan NO (nitrit oksida). NO adalah suatu gas yang berperan untuk melancarkan peredaran darah, menjaga fungsi otot jantung, dan mengatur tekanan darah. Hal ini membuat madu dapat dijadikan sebagai alternatif pencegahan penyakit jantung dan stroke.

Dengan adanya sejumlah manfaat madu seperti yang disebutkan di atas, maka sudah seharusnya kita mengonsumi madu secara rutin setiap hari. Madu yang dikonsumsi sebaiknya adalah madu murni, bukan madu yang sudah diencerkan  dengan gula atau bahan lainnya. Akan lebih baik lagi jika mengonsumi madu mentah yang belum difilter dan tidak melalui proses pasteurisasi sehingga mendapatkan nilai gizi yang lebih tinggi.

Daftar Pustaka

  • Al-Waili NS, Haq A. Effect of honey on antibody production against thymus-dependent and thymus-independent antigens in primary and secondary immune responses. J Med Food 2004; 7: 491-494.
  • Bansal V, Medhi B, Pandhi P. Honey -A remedy rediscovered and its therapeutic utility. Kathmandu Univ Med J 2005; 3:305-30
  • Eteraf-Oskouei T, Najafi M. Traditional and Modern Uses of Natural Honey in Human Diseases: A Review. Iran J Basic Med Sci; 2013; 16: 731-742.
  • Oskouei, Tahereh Eteraf, Moslem, Najafi. Traditional and Modern Uses of Natural Honey in Human Diseases: A Review.
Tags : madu
Astrid Citra Padmita

The author Astrid Citra Padmita

Master Candidate at Wageningen University and Research (WUR).

Tinggalkan Komentar di sini