close
Health

Demam Berdarah Dengue (DBD) : Definisi, Gejala, dan Cara Mencegahnya

DBD

Sudah tidak asing lagi jika Anda mendengar kata Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit DBD merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan menyebabkan tubuh menjadi demam yang tinggi. Nyamuk yang menjadi perantara terjadinya DBD adalah aedes aegypti. Lalu,  apakah yang menyebabkan seseorang terkena DBD dan bagaimana cara mengatasinya? Selengkapnya akan diuraikan dalam penjelasan berikut ini.

Definisi
Demam berdarah dengue atau dengue fever adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue1. Virus dengue yang ditularkan kepada orang lain melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi virus dengue sehingga DBD tidak dapat menyebar secara langsung. Selain itu, virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk terdapat 4 jenis sehingga setiap orang dapat terinfeksi virus dengue sebanyak 4 kali dengan jenis virus yang berbeda-beda2.

Gejala
Pada umumnya gejala DBD yang akan muncul seperti demam tinggi, sakit kepala yang hebat, rasa sakit di belakang mata, otot dan sendi, hilangnya napsu makan, mual serta adanya kemerahan di permukaan tubuh1.

Fase demam yang dialami oleh penderita DBD yaitu selama 2-7 hari, fase pertama (hari ke 1-3) demam cukup tinggi yaitu 40oC, fase kedua (hari ke 4-5) terjadi penurunan demam hingga 37oC dan penderita sudah merasa sembuh karena sudah bisa melakukan aktivitas kembali. Namun, pada fase tersebut jika tidak mendapatkan pengobatan yang adekuat maka dapat terjadi penurunan trombosit secara drastic akibat pemecahan pembuluh darah. Kemudian di fase selanjutnya terjadi pada hari ke 6 dan 7 yaitu penderita akan mengalami demam kembali yang mana fase ini merupakan fase pemulihan karena trombosit akan perlahan naik menuju normal3.

Cara Mencegahnya

Sampai saat ini, belum ada vaksin yang ditemukan untuk mencegah terjadinya DBD sehingga cara yang dilakukan saat ini adalah dengan memberantas nyamuk penular. Pemberantasan nyamuk dapat dilakukan dengan menghilangkan genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk. Selain itu untuk mencegah gigitan nyamuk terutama nyamuk aedes aegypti dapat dilakukan dengan cara berikut ini1:

  • Kenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang serta gunakan obat nyamuk yang mengandung DEET pada bagian tubuh yang tidak terlindungi oleh pakaian dan celana.
  • Gunakan kelambu atau kawat nyamuk di ruangan yang tidak ber-AC
  • Pasang obat nyamuk di tempat yang sering dilalui nyamuk seperti di jendela
  • Cegah munculnya genangan air dengan 3M Plus, diantaranya4

1) Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
2) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
3) Menggunakan kelambu saat tidur
4) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
5) Menanam tanaman pengusir nyamuk
6) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk

Tags : DBDpenyakit tidak menularPTM
Mia Muthiasari

The author Mia Muthiasari

Lulusan Gizi - Universitas Indonesia. Content Writer Coordinator di Sadkes.net

Tinggalkan Komentar di sini