Health

Cegah Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan 3 Hal

ptm

Penyakit Tidak Menular. Sekarang ini, permasalahan kesehatan di Indonesia masih tergolong tinggi. Sebelumnya telah dibahas mengenai masalah stunting di Indonesia.  Nah kali ini, kami akan membahas masalah kesehatan yang selalu menduduki peringkat teratas yaitu penyakit tidak menular (PTM).  Kematian seseorang terjadi sebagian besar disebabkan oleh PTM. Oleh karena itu, perlu pencegahan sejak dini untuk hidup lebih sehat di kemudian hari. Perlu Anda ketahui bahwa saat ini PTM tidak hanya terjadi di kalangan dewasa tetapi juga terjadi di kalangan anak muda sehingga diperlukan kepedulian terhadap diri sendiri untuk menjalani hidup sehat.

Pengertian Penyakit Tidak Menular

PTM atau penyakit tidak menular merupakan suatu penyakit yang jika Anda melakukan kontak dengan penderita tidak akan menular. Biasanya PTM ini dapat disebabkan oleh faktor genetik dan diikuti dengan gaya hidup yang tidak sehat. Faktor risiko yang mempengaruhi terjadi penyakit tidak menular diantaranya adalah kegemukan (kelebihan berat badan), tekanan darah yang meningkat, peningkatan kadar glukosa dalam darah, serta tingkat kolesterol dalam darah yang tidak optimal terutama peningkatan kadar kolesterol LDL (Low Desity Lipoprotein) atau yang biasa disebut dengan kolesterol jahat[1].

Kondisi penyakit tidak menular yang sangat tinggi di Indonesia menjadikan pemerintah membuat Pedoman Gizi Seimbang dengan sedemikian rupa sehingga dapat menjadi pedoman untuk masyarakat untuk melakukan hidup sehat. Di dalam pedoman tersebut dijelaskan bahwa setiap orang harus membatasi konsumsi Gula, Garam, dan Lemak/minyak yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular.

Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak/Minyak

Dalam PGS 2013 disebutkan bahwa dalam sehari batas konsumsi Gula 4 sendok makan, Garam 1 sendok teh, dan Lemak/minyak 5 sendok makan[2]. Hal tersebut berkaitan dengan dampak yang ditimbulkan jika mengonsumsi 3 hal tersebut secara berlebihan.

Konsumsi Gula Berlebih

Konsumsi gula yang melebihi kebutuhan dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Namun, jika Anda mengonsumsi gula yang berlebihan secara terus menerus dalam jangka panjang maka dapat meningkatkan kadar gula dalam darah dan menyebabkan terjadinya diabetes melitus tipe-2.

Konsumsi Garam Berlebih

Garam atau NaCl merupakan pemberi rasa asin pada makanan. Di dalam kandungan garam terdapat kandungan natrium yang mana jika garam dikonsumsi secara berlebihan maka konsumsi konsumsi natrium juga berlebih. Konsumsi natrium yang berlebih akan meningkan tekanan darah seseorang sehingga dapat menyebabkan terjadinya hipertensi.

Konsumsi Lemak Berlebih

Lemak yang ada di dalam makanan dapat meningkatkan jumlah energi dan membantu penyerapan vitamin A,D,E,K serta menambah kelezatan makanan. Namun, jika konsumsi lemak/minyak yang berlebihan dapat mengurangi konsumsi makanan yang lainnya. Hal tersebut disebabkan karena lemak yang ada di dalam tubuh relatif lebih lama dicerna dibandingkan dengan sumber karbohidrat dan protein sehingga tubuh merasa kenyang dalam waktu yang lama. Selain itu, konsumsi lemak/minyak secara berlebih akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah sehingga berisiko terjadinya penyakit jantung atau stroke di kemudian hari.

Oleh karena itu, batasi konsumsi Gula, Garam, dan Lemak pada makanan dan minuman Anda untuk hidup yang lebih sehat!

Sumber:

  1. Bradshaw, D dkk. Non-Communicable Diseases – A race against time. 
  2. Kementerian kesehatan RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang 2013. Jakarta: Kemenkes RI.
Tags : penyakit tidak menularPTM
Mia Muthiasari

The author Mia Muthiasari

Lulusan Gizi - Universitas Indonesia. Content Writer Coordinator di Sadkes.net

2 Comments

Tinggalkan Komentar di sini