HealthNutrition

Gizi Buruk dari Tanda dan Gejalanya yang Harus Diketahui

Gizi Buruk

Permasalahan gizi di Indonesia memang tidak ada habisnya.  Sebelumnya ada masalah stunting  atau tumbuh pendek dimana jumlah penderita stunting  di Indonesia mencapai 8,8 Juta (37,3%) balita pada tahun 2013 membawa Indonesia sebagai negara dengan jumlah anak pendek terbanyak kelima di dunia setelah Tiongkok, India, Nigeria, dan Pakistan.

Definisi Gizi Buruk

Gizi buruk masih menjadi perbincangan yang hangat dibicarakan di kalangan pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, terlebih saat ini (2018) terjadi fenomena tersebut di Asmat, Papua dan beberapa balita meninggal akibat gizi buruk. Kondisi tersebut menjadikan pemerintah mengirimkan puluhan tenaga kesehatan ke Asmat untuk mengatasi masalah tersebut.

Gizi buruk adalah kondisi dimana seseorang kurang asupan gizi terutama pada energi dan protein yang berat atau dengan nama lain KEP berat. Hal ini biasanya terjadi pada usia balita karena pada masa tersebut balita memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang pesat sehingga membutuhkan asupan yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tersebut. Hal itu pada prinsipnya dapat diketahui melalui pengukuran berat badan dan disesuaikan dengan usia balita yang disebut dengan indeks berat badan menurut umur (BB/U). Seorang balita yang dikatakan mengalami gizi buruk ketika nilai BB/U < -3 SD. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memantau berat badan anaknya setiap bulan di posyandu atau puskesmas.

Seseorang yang mengalami gizi buruk memiliki gejala dan tanda yang berbeda di setiap jenisnya. Berikut ini adalah jenis dan gejala yang ditimbulkan:

Marasmus 

  • Tampak kurus dan lemah
  • Terlihat lebih tua dari usianya
  • Wajahnya kurus dengan pipi cekung dan mata besar
  • Jaringan lemak subkutis sangat sedikt sampai tidak ada (pakai celana longgar)
  • Perut terlihat bengkak
  • Sering rewel (sering menangis)
  • Sering disertai penyakit infeksi (sering berulang) dan diare kronik atau konstipasi

Kwashiorkor

  • Adanya edema diseluruh tubuh, terutama pada perut dan kaki
  • Wajah membulat dan sembab
  • Pandangan mata sayu
  • Rambut tipis, kemerahan seperti rambut jagung dan mudah dicabut tanpa sakit serta mudah rontok
  • Rewel dan mengalami perubahan mental seperti hilang ketertarikan pada lingkungan sekitar (apatis)
  • Terjadi pembesaran hati
  • Otot mengecil
  • Adanya kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan tekelupas
  • Sering disertai penyakit infeksi (umumnya akut), anemia, dan diare

 

Secara gambar, berikut perbedaan antara kedua kondisi diatas.

Gizi Buruk : Marasmus & Kwashiorkor
Gizi Buruk : Marasmus & Kwashiorkor
Tags : Gizi Buruk
Mia Muthiasari

The author Mia Muthiasari

Lulusan Gizi - Universitas Indonesia. Content Writer Coordinator di Sadkes.net

Tinggalkan Komentar di sini