close
Environment

Cara Mudah Identifikasi Aspek Dampak Lingkungan (ISO 14001:2015)

Industri

Identifikasi Aspek Dampak Lingkungan merupakan suatu salah satu cara awal dalam pengelolaan lingkungan. Banyaknya pencemaran yang terjadi bisa jadi disebabkan oleh ketidaktahuaan dalam pengelolaan lingkungan. Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 sebenarnya sudah mengarahkan kita untuk melakukan pengelolaan lingkungan.  Namun rupanya memang tidak mudah juga untuk mencerna apa arahan dari standar tersebut.

Pertanyaan:

Saya Aldo dan saat ini bekerja di sebuah perusahaan manufacturing. Kebetulan saat ini kami sedang proses development untuk ISO 14001:2015. Pertanyaan saya adalah terkait dengan pelaksanaan identifikasi aspek lingkungan. Karena dalam ISO Standar ISO 14001:2015 klausul 6.1.2 dikatakan bahwa perusahaan harus melakukan identifikasi aspek dampak lingkungan. Bagaimanakah tahapan-tahapan dalam pelaksanaan identifikasi aspek dan dampak lingkungan tersebut?

 

Jawab :

Dalam melakukan Identifikasi Aspek Dampak Lingkungan (IADL) ada banyak cara dan metode yang bisa digunakan. Kali ini saya akan berbagi kepada Anda, 6 tahap dalam melakukan Identifikasi Aspek Dampak Lingkungan (IADL).

Tahap 1

Kita harus mengidentifikasi aspek lingkungan yang terkait dengan seluruh aktivitas kita (Normal, Abnormal & Emergency) secara berkala atau apabila ada aktivitas baru, pengembangan proses, modifikasi produk yang mungkin menimbulkan dampak terhadap lingkungan.  Kuncinya adalah listing aktivitas dahulu.

Tahap 2

Untuk mengidentifikasi aspek lingkungan yang penting yang terkait dengan aktivitas kita setidaknya mempertimbangkan kriteria sebagai berikut:

  1. Emisi ke Udara.
  2. Buangan ke air.
  3. Limbah
  4. Kontaminasi ke tanah.
  5. Penggunaan raw material dan sumber daya alam.
  6. Isu lingkungan dan masyarakat

Tahap 3

Evaluasi aspek lingkungan yang penting dilakukan dengan cara melakukan metode pembobotan yang harus mempertimbangkan, dan tidak terbatas pada:

  1. Peraturan lingkungan.
  2. Tingkat kepatuhan.
  3. Dampak terhadap manusia.
  4. Dampak terhadap property.
  5. Keluhan masyarakat.
  6. Sebaran dampak.
  7. Probability/kemungkinan terjadi.

Tahap 4

Jika menemukan aspek yang penting, maka harus membuat daftar aspek lingkungan penting. Kita harus melaporkan daftar aspek lingkungan penting yang mana akan menjadi keputusan penting dalam menentukan objective dan target.

Tahap 5

Bersama dengan Management Representative harus memutuskan aspek lingkungan penting mana yang akan dikendalikan oleh petunjuk kerja dan pengendalian operasional lainnya termasuk alokasi ke program lingkungan. Untuk memastikan aspek lingkungan penting dikendalikan oleh petunjuk kerja, kita harus memonitor aspek penting yang telah ada tersebut.

Tahap 6

Jika dikendalikan dengan program, kita harus mengumpulkan progress report dan hasil monitoringnya kepada MR secara berkala. Apabila terdapat ketidaksesuaian terhadap sasaran dan program yang sudah ditetapkan maka kita harus mengeluarkan Laporan Ketidaksesuaian termasuk investigasinya. Setiap adanya perubahan proses atau penambahan atau adanya project yang direncanakan sehubungan dengan ruang lingkup perusahaan maka identifikasi haruslah dilakukan atau disesuaikan.

Tags : ISO
Noviaji Joko Priono

The author Noviaji Joko Priono

HSE Specialist, Master Candidate of Occupational Health and Safety at Universitas Indonesia. President Environmental Health Student Association FKM UI 2013.

Leave a Response