close
Waktu Mencuci Tangan

Tentunya kita ketahui bahwa ada banyak kuman, bakteri ataupun virus penyebab penyakit yang berada di sekitar kita.  Tugas kita tentunya adalah agar kita tidak terkena penyakit yang dibawa oleh kuman atau bakteri tersebut.  Cuci tangan pakai sabun atau biasa disingkat CTPS mungkin adalah salah satu upaya sederhana kita untuk menghindari serangan kuman atau bakteri penyebab penyakit tersebut.   Selain itu, cuci tangan pakai sabun juga salah satu bentuk intervensi kesehatan yang paling cost effective jika dibandingkan dengan program lainnya.

Namun, sadar atau tidak.  Apakah waktu saat kita mencuci tangan sudah benar?  Apakah ada waktu-waktu kritis lainnya yang mengharuskan kita mencuci tangan namun belum kita lakukan sepenuhnya?  Berikut ini adalah sepuluh waktu kritis untuk cuci tangan pakai sabun yang harus diperhatikan.

  1. Sebelum makan

Kita mungkin tidak sadar saat beraktivitas tangan kita rupanya menyentuh berbagai macam benda terlebih bagi benda tersebut mengandung banyak bakteri atau virus yang sangat mungkin berpindah ke tangan kita.  Jika kita tidak mencuci tangan maka dikhawatirkan tangan kita yang kita gunakan untuk makan dapat mengandung bakteri atau kuman penyebab penyakit.

  1. Sebelum menyiapkan makanan

Bisa anda bayangkan jika kita tidak mencuci tangan pakai sabun sementara tangan kita kotor, maka makan yang penuh dengan bakteri atau kuman lah yang tersaji dari makan yang kita hidangkan. Dampak yang dirasakan dari tidak dilaksanakannya aktivitas ini juga sangat mungkin dirasakan oleh orang lain.  Terlebih lagi bagi mereka-mereka yang bekerja sebagai penyaji makanan.  Oleh karena itu sangat dianjurkan mencuci tangan sebelum menyajikannya.

  1. Setelah buang air besar

Sudah barang tentu ini harus dilakukan, karena tinja yang masih ada di tangan kita saat menceboki perlu di basmi dengan menggunakan sabun.  Tinja kita mengandung banyak bakteri misalnya E.coli yang dapat menyebabkan diare.

  1. Setelah menceboki bayi/anak

Khususnya bagi yang memiliki bayi atau anak yang masih belum bisa cebok sendiri.  Seperti kondisi sebelumnya, tinja bayi memungkinkan mengandung bakteri penyebab diare.  Maka kita pun perlu tangan untuk mengatasi hal tersebut.

  1. Setelah memegang unggas/ hewan

Kita tidak pernah tahu kondisi fisik sang unggas atau hewan.  Bisa saja terdapat penyakit-penyakit menular.  Seperti yang sedang merebak dekat-dekat ini terkait virus flu burung.  Untuk itu penting untuk membersihkan diri sesaat memegang ungags/ hewan.

  1. Sebelum menyusui bayi

Hal ini dilakukan sebagai upaya preventive disaat bayi memerlukan ASI Eksklusif.  Yang dikhawatirkan terjadi kontaminasi dari tangan yang masih kotor ke payudara.  Padahal bayi belum memiliki imut yang cukup kuat.  Sehingga penting cuci tangan sebelum menyusui bayi.

  1. Setelah batuk/bersin dan membersihkan hidung

Bakteri, atau kuman yang keluar dari hidung tentunya perlu kita hindari.

  1. Setelah membersihkan sampah

Sampah sebagai sumber kuman, atau bakteri sehingga penting membersihkan tangan kembali dengan cuci tangan pakai sabun.

  1. Setelah bermain di tanah atau lantai

Tanah juga merupakan sumber salah satu bakteri/ penyakit yang mungkin saja bisa merasakan siapa saja.

  1. Setiap kali tangan kita kotor (setelah memegang uang, berkebun, memegang pegangan tangga, memegang tiang di kendaraan umum dll)

Inilah yang kurang dari kita.  Uang yang selalu pindah kesana kemari sehingga berpotensi terhadap keberlangsungan hidup.  Begitu juga dengan aktivitas kita misalnya saat menggunakan kendaraan umum.  Tentunya potensi-potensi tersebut akan muncul dengan sendirinya.

Pertanyaannya adalah sudah kah Anda mencuci tangan sesuai dengan standarnya? Dan sudahkah Anda sadar dengan kesehatan Anda? “Health is not everything, but without health everything is nothing”.  Itulah kata bijak yang mungkin tepat untuk aktivitas sederhana ini.

 

Tags : Cuci TanganKesehatanPHBS
Noviaji Joko Priono

The author Noviaji Joko Priono

HSE Specialist, Master Candidate of Occupational Health and Safety at Universitas Indonesia. President Environmental Health Student Association FKM UI 2013.

Leave a Response