Dokumentasi

Program Panti Asuhan Sehat, Mandiri, dan Kreatif

no thumb

Salah satu cara untuk menjadi bermanfaat adalah dengan melakukan pengabdian masyarakat. Pengabdian Masyarakat menurut Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI adalah kegiatan yang mencakup upaya-upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia antara lain dalam hal perluasan wawasan, pengetahuan maupun peningkatan keterampilan yang dilakukan oleh civitas akademika sebagai perwujudan dharma bakti serta wujud kepedulian untuk berperan aktif meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat luas terlebih bagi maysarakat ekonomi rendah. Namun, apabila kita artikan secara sederhana, pengabdian masyarakat adalah ketika kita mau mengeluarkan tenaga untuk berbagi, ketika kita merelakan waktu untuk mereka, dan pikiran, mereka yang membutuhkan, mereka yang membutuhkan “teman”, teman yang akan membuat mereka tersenyum dengan keberadaan kita.

Pengabdian Masyarakat tidak hanya dapat dilakukan oleh LSM dan Organisasi Kemahasiswaan.  Namun, pengabdian masyarakat juga dapat dilakukan oleh orang-orang yang memiliki inovasi untuk terus mengabdi. Salah satu hal yang dapat dilakukan yakni dengan menuangkan gagasannya melalui Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) di bidang Pengabdian Masyarakat. Melihat kesempatan itu, pada akhirnya kami membentuk tim untuk menuangkan gagasan kami dalam bentuk PKM, karya yang kami buat awalnya disubmit untuk mengikuti lomba PKM-M di OIM UI, lalu setelah itu dianjurkan oleh pihak OIM UI untuk di submit ke simlitabmas yang akhirnya di danai oleh Dikti. PKM yang kami gagas berjudul “PANTASTIK (PANTI ASUHAN SEHAT, MANDIRI DAN KREATIF) SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN DENGAN METODE HEALTHPRENEUR UNTUK ANAK DI PANTI ASUHAN AR RIDHO, SAWANGAN DEPOK”.

Panti asuhan merupakan yayasan yang memiliki peran cukup penting terhadap permasalahan sosial di masyarakat, utamanya pada anak-anak. Dalam menjalankan peran tersebut panti asuhan perlu memiliki upaya pemberdayaan sehingga terwujud panti asuhan yang mandiri. Di Panti Asuhan Ar-Ridho, Sawangan, Depok, kemandirian secara finansial sangat diperlukan karena panti asuhan ini hanya mengandalkan donatur, apabila donasi yang didapatkan tidak cukup memenuhi kebutuhan anak-anak asuhanya maka panti asuhan pun lama kelamaan bisa ‘tutup’. Selain masalah dana, di panti asuhan juga terdapat masalah terkait dengan kesehatan. Di Panti Asuhan Ar-Ridho, kesehatan lingkungan dan kecukupan gizi turut menjadi masalah utama sehingga rogram Pantastik (Panti Asuhan Sehat, Mandiri, dan Kreatif) merupakan salah satu solusi yang sesuai dengan dua permasalahan di Panti Asuhan Ar-Ridho.

 

PANTASTIK ini kami jalankan dengan tiga  rangkaian kegiatan. 1) Membuat Kompos 2) Menanam 3) Gizi Seimbang yang tujuan akhir –nya adalah menjadi enterpreneur. Dari masing-masing kegiatan, kami akan memulainya dengan edukasi terlebih dahulu. Hal ini kami lakukan untuk lebih menumbuhkan pengetahuan di anak-anak panti tersebut. Dan sebelum edukasi kami akan memulai dengan pre-test. Seminggu setelah edukasi, akan dilanjutkan dengan praktik. Praktik dilakukan agar anak-anak panti lebih paham secara langsung. Dari ketiga rangkaian kegiatan tersebut, kami berharap dapat mencapai 3 nilai, yaitu Sehat, Mandiri dan Kreatif.

  • Sehat dilihat dari bagaimana pemanfaatan lingkungan
  • Kreatif dilihat dari bagaimana mereka mampu mengemas hasil dari ketiga program untuk dapat diperjual-belikan
  • Mandiri dilhat dari segi, pemanfaatan dari mereka, oleh mereka dan untuk mereka hingga bisa menghasilkan dana yang berasal dari panti itu sendiri.

Selama kegiatan berjalan, kami cukup merasakan bagaimana senangnya mereka ketika kami datang dan sharing. Mereka paling senang jika sudah bagian praktik. Mungkin apa yang kami berikan terlihat sederhana dan biasa. Namun apa yang kami harapkan adalah bagaimana kedepannya anak-anak panti dapat memberikan kebermanfaatan juga kepada panti lainnya untuk mampu menjadi mandiri dan kreatif.

 

Kegiatan ini dibantu oleh beberapa mitra yang juga turut ikut memberikan kebermanfaatan. Diantaranya Mahasiswa Kesehatan Lingkungan FKM UI, UI Berkebun, UI Cooking Club, Mahasiswa Gizi UI, dan Sadar Kesehatan.  Mungkin terlihat sederhana dan mudah untuk menjadi bermanfaat. Hal-hal yang telah kami laksanakanmudah-mudahan dapat memberikan teladan bagi orang lain. Namun, yang menjadi tantangannya adalah keberlanjutan dari program yang kami laksanakan setelah kami meninggalkan panti asuhan tersebut. Harapannya saat kami telah meninggalkan anak-anak di panti asuhan, anak-anak tersebut menjadi lebih mandiri dan kreatif untuk melakukan kebermanfaatan. Bermanfaat bagi diri mereka sendiri, dan bermanfaat bagi orang lain dengan mampu mengembangkan sisi entrepreneur.

 

Oleh :

Tim PKM-M PANTASTIK Universitas Indonesia :

  • Friska Putri Amalia
  • Arizta Primadiyanti
  • Shellina Tiara
  • Fildzah Auliaul Haq
  • Intan Permata Sari
Tags : KesehatanLingkunganPanti Sehat
Arizta Primadiyanti

The author Arizta Primadiyanti

Lulusan S1 Gizi Universitas Indonesia. Content Writer at Sadkes.net

Tinggalkan Komentar di sini